Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Mei 2017

Menghidupkan Kehidupan

Satu kali ada seorang murid mendatangi guru dengan membawa sekumpulan masalah yang yang begitu rumit. Datanglah sang murid ini kepada guru, kemudian diterima oleh guru. Sang murid ini menyampaikan seluruh persoalan yang dialami, baik itu persoalan dalam kehidupan pribadinya, kehidupan keluarganya, maupun kehidupan pekerjaannya. Setelah disampaiakan secara keseluruhan peoblem itu kepaga sang guru, kemudian guru itu tidak menjawab, hanya tersenyum saja. Kemudian sang guru mengambil sebuah gelas. tangan yang satu lagi dia gunakan untuk memberikan satu plastik garam kepada muridnya. setelah itu kemudian sang guru meminta muridnya untuk menuangkan garam sepalstik itu ke dalam segelas air tadi.

Jadi dapat dibayangkan, ini ada sebuah gelas yang berisi air putih, kemudian dituangkan garam ke dalam gelas tersebut. lalu diaduk rata. Tentu saja akan dirasakan betapa asinnya air yang ada di dalam gelas tersebut.

Sang guru lalu memerintahkan muridnya untuk meminum air garam tersebut. Si murid ini bingung dan berkata dalam hati, "Saya datang ke sini untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah, kenapa Anda memberikan air garam kepada saya?"

Tidak lama kemudian sang guru mengajak murid ke sebuah kolam yang berisi air. lalu diserhakn lagi kepada murid itu satu plastik garam dan sang guru memintanya agar menaburkan garam itu ke dalam kolam. Maka, ditaburkanlah seplastik garam tersebut ke dalam kolam. kemudian si murid diperintahkan untuk mengaduk air kolam sampai rata sebagaimana tadi gelas yang berisi garam diaduk sampai rata. setelah itu sang guru menyuruh muridnya untuk minum air dari kolam tersebut.

Kalaulah kita yang menjadi murid pada waktu itu, pasti kita akan merasakan perbedaan persaan ketika meminum segelas air dari gelas yang pertama dengan segelas air yang berasal dari kolam. Meski sama-sama air putih, sama-sama bercampur seplastik garam, tapi yang berbeda adalah pada saat diaduk. pada kejadian pertama, garam itu diaduk di dalam gelas, sedangkan pada kejadian yang kedua, garam itu diaduk pada di dalam sebuah kolam kemudian diciduk menggunakan gelas. Kita akan menyimpulkan bahwa rasa yang dimiliki gelas pertama dengan kedua pasti berbeda. Gelas yang pertama pasti jauh lebih asin dibandingkan gelas yang kedua, kenapa? Ya, kita semua tentu tahu jawabannya. Karena gelas kedua berisi air yang diperoleh dari kolam yang lebih luas dan lebih besar volume airnya.

Nah, bayangkan kalau gelas ini adalah hati kita, sedangkan problema hidup itu adalah sepalstik garam. Kalau masalah kehidupan ditimpakan ke dalam hati yang sempit yang digambarkan dalam bentuk gelas, maka kita akan merasakannnya sangat asin. Artinya, kita sangat merasakan betapa berat masalah dipikul dalam hidup seperti itu. Tapi, berbeda kalau problem yang sama ditimpakan ke hati yang sebesar kolam, tentu air itu jauh lebih tawar dibandingkan yang pertama, masalah tak terasa seberat dibandingkan dengan kondisi pertama. Di sini kata kuncinya adalah hati.

Saat kita menyempitkan hati, maka sebesar apapun menjadi sangat rumit. tetapi kalau kita meluaskan hati, maka rasanya akan menjadi lebih ringan.
Ilustrasi diatas memberikan suatu bingkai bahwa untuk menghidupkan kehidupan, untuk menguasai kehidupan haruslah memfokuskan pada kelapangan hati.



Senin, 03 Oktober 2016

Lindungi Diri Dengan Inovasi

Pada tahun 1990-an, Nokia merupakan perusahaan yang mampu menemukan cara dan mengubah ponsel menjadi aksessoris mode dan bagian gaya hidup. Siapa yang tidak memiliki ponsel Nokia terbaru dianggap ketinggalan zaman pada masa itu. Nokia begitu sangat asyik sebagai perusahaan hardware ketimbang software. Mereka memperbanyak tenaga yang ahli di dalam membangun  perangkat  fisik, namun miskin orang yang ahli dalam membuat program yang dibenamkan pada perangkat tersebut. Mereka meremehkan perangkat lunak termasuk aplikasi smartphone, membuat ahli software terpinggirkan.

Nokia berbangga dengan penghasilan lebih dari lima puluh persen dari semua keuntungan di industry ponsel pada tahun 2007, dan sebagian besar keuntungan tidak dating dari smartphone. Sementara di sisi lain, era smartphone sedang menyeruak dengan keunggulan layar sentuh dengan kemunculan Android. Arogansi dan rasa percaya diri berlebihan membuat Nokia bertahan dengan apa yang telah diraih, membuat Nokia terjebak innovator dilemma. Bahkan Nokia menyebut Android sebagi semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Keengganan institusional untuk bertansisi ke era baru ponsel menjadi awal mula ambruknya bisnis raja ponsel dunia ini. Saat itu, petinggi Nokia yakin pada kekuatan mereknya. Lama setelah peluncuran iPhone, Nokia tetap bersikeras bahwa desain hardware mereka unggul dan akan menang di hati pengguna.

Baru setelah bisnisnya mulai terseok karena pengguna banyak beralih ke smartphone, mereka meluncurkan ponsel berbasis Windows. Namun terlambat, platform Symbian yang dibuatnya tak mampu mengejar Android dan iPhone. Pengguna sudah sangat dimanjakan oleh iPhone dan Android, yang memenuhi semua ekspektasi mereka tentang smartphone, cepat, berbasis internet, layar sentuh, desain modern. Konsumen seolah menghukum mereka karena hanya membuat ponsel yang ‘begitu-begitu’ aja. Nokia yang berpredikat sebagai ponsel peringkat atas terdegradasi dengan cepat. Sejarah mencatat, kemudian Nokia tergeletak kaku dalam kesunyian yang perih.

Intel dan Microsoft (dominasi dulu dikenal dengan duo Wintel) terlalu menikmati kekuasaannya dalam dunia PC dan Lapotop, dan pelan-pelan terjebak innovator dilemma. Mereka terbuai dengan kekuasaannya dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era mobile computing. Kini era PC/Laptop sudah hampir berakhir, diganti era mobile smartphone. dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Intel dan Micosoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam dan termangu. Dalam rasa penyesalan pedih dan pahit. namun dalam bisnis, penyesalan tidak pernah dapat tempat terhormat.

Kodak menyebut kamera digital hanya tren sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan innovator dilemma akut. Akibatnya, ruangan ICU pengap menanti raga mereka yang merintih kesakitan.

Blackberry dengan layanan unggulan BBM berada di puncak kejayaan pada 2009-2010. Popularitasnya mulai meredup ketika layanan pesan instan mobile menyeruak di seluruh dunia , termasuk WhatsApp, Line, WeChat, dan KakaoTalk. Tidak seperti BBM, layanan pesan ini bisa diakses di beberapa platform selain Blackverry, hal yang menarik jutaan pengguna baru setiap bulan.

Yahoo awalnya unggul sebagai mesin pencarian tapo Google mengelahkannya kemudian. Fiutr Google yang kaya membuat pengguna lari dari Yahoo. Terakhir, 'mahkota' Yahoo sebagai penyedia layanan email nomor wahid juga dicuri perusahaan yang semula sempat ditawarkan pada Yahoo untuk dibeli itu.

Televisi seperti RCTI, Trans dan SCTV kelak akan kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk alien yang bernama Youtube. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja menurun drastis. Dan semua lari ke Youtube. Ini juga kelak akan terjadi di tanah air.

Koran dan majalah mati bukan karena sesama rivalnya, namun karena Facebook dan Social media (remaja dan anak muda tak lagi kenal koran/majalah kertas. Mereka lebih asyik main Path, IG atau FB. Pelan tapi pasti industri koran dan majalah akan mati).

Kini produsen Toyota, BMW dan Mercedes Benz takut bukan karena persaingan sesama mereka. namun karena kehadirab TESLA, yang entah dari mana tiba-tiba lakukan inovasi radikal produk mobil berbasis elektrik, dengan teknologi mobil tanpa sopir atau otonom (autopilot Hardware) (Pada 2016 ini, mobil Tesla3 terjual hingga 300 ribu hanya dalam dua hari, padahal unitnya baru dirilis 2018. jadi inden dua tahun).

Industri taksi seperti Bluebird goyah bukan karena pesaing sesama taksi, namun dari layanan taksi independen berbasis aplikasi. Di banyak negara, banyak perusahaan taksi konvensional mati digilas Uber dan layanan taksi berbasis aplikasi lain.

Pelajaran dari berbagai kasus di atas adalah: sebuah merk tidak dapat bertahan di posisi atas kecuali mereka rajin berinovasi dan mengikuti perubahan zaman, apalagi di era internet yang supercepat. perubahan tak hanya dalam fitur-fitur produk, tapi juga kategori perusahaan itu sendiri. tanpa inovasi dan penyegaran produk, merek mereka yang arogan tidak memiliki tempat tampaknya.


Bagaimana caranya? 3 JENIS INOVASI

Tidak perlu menjadi perusahaan atau organisasi besar untuk berinovasi. Tidak juga perlu menunggu sampai ada ‘innovation system’ untuk melakukannya. Setiap organisasi bahkan individu dalam organisasi bisa melakukan inovasi, berbeda pada setiap level dan kepentingannya.

Dalam buku bisnis, inovasi dibagi 3 jenis :

– INOVASI PRODUK meliputi apapun yang berkait tentang jasa atau produk yang ditawarkan. Misalkan kemasan (diperbagus, diperkecil), bentuk barang (diubah lebih up to date), jumlah layanan ditambah (sebelumnya haji-umroh, ditambah dengan wisata Islam dan ticketing), atau jumlah produk dikurangi (agar lebih fokus),

– INOVASI PROSES meliputi sistem kerja atau operasional. Misalkan waktu pengiriman 5 hari jadi 4 hari. SMS pertanyaan pelanggan biasa dijawab dalam 10 menit jadi 5 menit. Keluhan pelanggan sebelumnya hanya via telpon diperbarui melalui email dan social media. Order pelanggan dipermudah melalui whatsapp atau aplikasi khusus.

– INOVASI KORPORAT meliputi aksi strategis, misalkan mengajak investor baru, go multi-national, bermitra strategis dengan perusahaan besar, rebranding, mengganti manajemen, reorganisasi agar manajemen lebih ramping dan lincah atau berinvestasi dengan mengakuisisi perusahaan lain.

Sebuah kata-kata dari motivator bisnis ini dapat jadi bahan perenungan:

"Ingatlah, dunia berubah setiap hari. Bila Anda tidak berubah, maka Anda akan TERTINGGAL. Lakukanlah yang TERBAIK, HARI INI! Do The Best All The Time!"


Diambil dari berbagai sumber


Sabtu, 14 Mei 2016

Jujur Berbalas Jujur

Dalam suatu pengajian, seorang ustadz mengisahkan seorang pedagang sholeh yang senantiasa mengingat pesan Nabi Saw. Diantara pesan tersebut yang dia amalkan dalam usaha dagangnya adalah menginformasikan kepada calon pembeli tentang barang tersebut apa adanya, termasuk apabila barang tersebut terdapat cacat. 
Pesan inipun dijadikan SOP kepada seluruh pegawainya tatkala melayani ke para konsumen.

Suatu ketika, saat pedagang sholeh tersebut sedang tidak berada di tokonya, datang seorang yahudi yang hendak membeli suatu barang. Maka seorang yahudi tersebut dilayani oleh pelayan toko. Namun pelayanan dengan sengaja tidak menceritakan tentang kondisi barang tersebut termasuk cacat-cacatnya. Transaksi pun terjadi dengan harga 3.000 dinar.

Begitu sang pedagang tiba ke tokonya, pelayanan mencerikan bahwa ada seorang yahudi yang membeli suatu barang yang tidak diinformasikan tentang cacatnya. Pedagang sholeh terlihat nampak kecewa dan agak marah atas apa yang dilakukan oleh pelayanannya. Maka ia segera meminta uang yang telah dibayar oleh yahudi tersebut, dan secepatnya dia pun pergi untuk mencari yahudi untuk memberitahukan kondisi barang terdebut.

Selama tiga hari perjalanan, akhirnya yahudi itupun ditemukan. Kemudian pedagang mencerikan maksud dan tujuannya, sekaligus meminta maaf karena telah menjual barang tanpa memberitahukan keadaan barangnya. Yahudi merasa takjub dan kagum atas kejujuran pedagang sholeh tersebut. Yahudi pun menceritakan pula dengan terus terang. Yahudi mengatakan bahwa uang yang digunakan untum membayar barang tersebut adalah uang palsu. Atas kejujuran pedagang sholeh itu, maka yahudi itupun mengganti uang palsu dengan yang asli bahkan menambahkan lagi dengan harga yang lebih tinggi. Bukan hanya itu, yahudi pun menyatakan keislamannya di hadapan pedagang sholeh dan kabilahnya.

Itulah janji dan balasan bagi orang-orang yang beriman dan berlaku jujur.


Kamis, 28 April 2016

Keseimbangan Hidup: Sendok, Garpu, dan Korek Api


Ada suasana morning briefing pagi ini yang berbeda dari biasanya. Setahun lebih, KPP Pratama Purwakarta telah membudayakan morning briefing yang dimaksudkan untuk penyemangat dan pengingat bagi para seluruh pegawai agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan penuh integriras, profesional, dan besinergi dengan seluruh bagian.

Adalah pak Kurnia Wahjudi Adnan yang mendapat giliran sebagai pengisi morning briefing membawa sejumlah properti diantaranya: mug, sendok, garpu, dan korek api. Saya tak begitu hiraukan juga atas apa yang dia siapkan. Berprasangka pun tidak ada. Karena memang saya bukan sosok yang mudah berprasangka apalagi menuduh, he he he.

Kembali ke laptop, pembicara menguraikan tentang pentingnya keseimbangan hidup. Dalam diri setiap orang senantiasa berkecamuk berbagai kepentingan baik dunia dan akhirat. Maka untuk itu dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara keinginan dunia dan akhirat. Salah satu unsur penting sebagai penyeimbang hidup adalah ilmu. Dengan ilmu itulah manusia dapat mengendalikan diri dalam kehidupannya tanpa condong ke salah satu hasrat. Ilmu itulah yang akan menyeimbangkan tujuan dunia dan akhirat dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.

Dari uraian itu, barulah disadari akan maksud dari properti-properti tersebut. Mug diibaratkan adalah hidup atau kehidupan, sendok dilambangkan keinginan duniawi, garpu disimbolkan sebagai keinginan akhirat, sedangkan korek api digambarkan sebagai ilmu. Pembicara mengutarakan bahwa hidup yang seimbang adalah mereka yang mampu menyatukan dua tujuan (dunia dan akhirat) atas kehidupannya dengan ilmu. Lantas bagaimana dengan simbolisasi atas benda-benda tersebut?

Pembicara menantang seluruh pegawai yang hadir di morning briefing tersebut apabila mampu menyatukan sendok dan garpu dengan bantuan korek api dapat melayang di atas mug dengan seimbangan dan tidak jatuh tentunya. Semua peserta ditantang tanpa kecuali (termasuk kepala kantor lho.... , seru dah). Dan hadiah bagi yang mampu melakukannya tidak tanggung-tanggung bro, hadiah jam tangan milik pembicara, keren kan hadiahnya?. Dugaan saya, pasti jam tangan itu udah lunas, he he he. Namun tak satu pun peserta memberanikan diri untuk mencoba tantangan tersebut. Tak paham mengapa gak berani mencoba, apakah karena peserta sudah pada punya jam tangan ataukah karena memang belum tahu. Kalau saya emang belum tahu caranya.

Menyaksikan para hadirin tidak ada yang berani mencoba, tampak senyum bahagia terpancar pada diri pak Kurnia, itu pertanda jam tangan masih miliknya. Maka dia pun langsung performing memperagakan bagaimana membuat keseimbangan garpu, sendok, dan korek api supaya tidak jatuh di atas mug, sebagai berikut:

1.  Susun garpu dan sendok seperti di bawah ini

 


2.  Selipkan batang korek api di tengahnya





3. Seimbangkan semuanya di atas mug atau gelas, cari titik keseimbanganya  agar bisa diam di tempat.





Penasaran?
Silahkan mencoba, tapi mohon maaf ya... jam tangannya beli sendiri aja. 

Pak Kurnia Wahjudi Adnan memang luar biasa, bukan hanya memiliki suara adzan yang bagus, tetapi juga mampu membuat suasana pagi ini menjadi berbeda. Terima kasih atas percerahannya, ditunggu perform berikutnya. 
Penasaran euy. Bade perform naon deui nya?.



Jumat, 15 April 2016

Jangan Salah Sangka, Kenali Pahlawanmu!

Oleh: Musyafa Ahmad Rahim

Alkisah..

Tersebutlah ada satu keluarga yang memelihara seekor kucing. Dididiknya kucing piaraannya itu sehingga dapat mengerjakan sebagian tugas-tugas rumah dengan baik.

Pada suatu kali, keluarga itu mendapatkan tambahan anggota baru dengan lahirnya seorang anak lelaki yang sangat tampan dan menarik perhatian.

Rasa bahagia semakin tampak pada keluarga itu. Termasuk si kucing pun ikut terlihat berbahagia.

Hari demi hari keluarga itu mengekspresikan kebahagiaan mereka kepada sang bayi, dan si kucing pun juga bersikap lembut dan sayang kepada anggota keluarga baru yang masih memerah tersebut dan sama sekali tidak ada tanda-tanda atau gejala-gejala bahwa si kucing hendak menyakiti si bayi.

Pada suatu hari, ibu sang bayi sedang ada suatu hajat, sehingga ia tidak bisa menunggui sang bayi. Sang ayah pun berada di depan rumah, sedang bersih-bersih pekarangan; membabati rumput yang meninggi dan tidak beraturan, mencangkuli tanah yang perlu dicangkul dan sebagainya. Intinya membersihkan dan merapikan halaman depan rumah agar tampak lebih indah dan menawan. Sementara si kucing, tadinya tampak “bermain” dan “bercanda” dengan si bayi yang masih menggeletak di atas tempat tidur yang kaki-kaki ranjangnya sudah dilepas, dengan maksud agar sang bayi tidak menggelundung jatuh.

Saat sang ayah merasa haus, dengan tangan kanan masih memegang celurit tajam, ia bermaksud memasuki rumah hendak minum.

Betapa terkejutnya sang ayah saat melihat si kucing mulutnya berlumuran darah, dan pada bulu tubuhnya pun banyak terdapat darah segar, dan si kucing menampakkan ekspresi kebanggaannya di hadapan sang ayah.

Tanpa pikir dan pertimbangan panjang, sang ayah pun mengayunkan celuritnya kepada si kucing. Clurit itu dengan tepat mengenai tubuh si kucingyang seketika mati berlumuran darah. Belum puas bahwa sekali babat kucing itu mati, clurit pun diayunkan sekali lagi dan sekali lagi, untuk memastikan bahwa si kucing telah benar-benar mati, dan untuk melampiaskan “dendam”-nya.


Betapa tidak, bukankah darah segar pada mulut kucing itu, dan juga lumuran darah pada tubuhnya, juga ekspresi kebanggaannya menunjukkan bahwa baru saja si kucing menyakiti sang bayi?! Atau bahkan telah membunuhnya?! Atau bahkan telah memakannya?!

Sang ayah baru tersentak, tersadar dan terbangun dari “nafsu kesetanannya” saat melihat istrinya menggendong anaknya, dalam keadaan segar bugar, sehat wal afiat, tidak terjadi sesuatu apa pun padanya.

Justru ibu sang bayi itu lah yang menjerit melihat suaminya seperti “kesetanan” mencincang si kucing!! Seraya mengatakan: "Berhenti! Sarungkan clurit itu! Simpan! Kucing tidak salah! Justru kucing inilah pahlawan kita!"

Masih diliputi oleh campur aduk perasaan antara dendam kepada kucing di satu sisi, dan suara-suara pengingatan dan bentakan istrinya di sisi yang lain, sang suami melepaskan cluritnya, sambil masih dengan perasaan bingung tidak karuan, ia bertanya kepada istrinya: “Apa yang terjadi?”

Kata sang istri: “Lihat ke dalam rumah!”

Ternyata, di sana, di dekat tempat tidur sang bayi terdapat bangkai ular yang sudah terkoyak-koyak sedemikian rupa!!

Seketika, sadar lah sang ayah, berarti, kucing piaraannya ternyata adalah "pahlawan" keluarganya. Dialah yang telah berkelahi mati-matian untuk membela bayinya. Berkelahi dengan seekor ular yang bisa jadi akan “memangsa” bayinya.

Kucing itu, dalam perkelahian dan pegumulannya dalam melawan ular, telah menjadikan mulut dan seluruh tubuhnya berlumuran darah...

Maka, dapat dibayangkan, betapa dalam penyesalan sang ayah atas tindakannya yang telah mencincang dan memutilasi kucing pahlawannya sedemikian rupa!!




Sumber:
https://m.facebook.com/musyafa.ahmadrahim/posts/961349357288272

Selasa, 08 Maret 2016

Kiat Menahan Marah


Bagian pertama menuliskan tentang pandangan agama (Islam) terhadap marah. Kemudian pada tulisan kedua, memaparkan berbagai dampak buruk dari marah. Maka di tulisan ketiga ini akan dijelaskan cara-cara untuk mendapat mengendalikan diri dari marah.

Dalam website salimah menerangkan bagaimana caranya akar kita manusia bisa menahan amarah. karena amarah merupakan sumber daripada keburukan yang merangsang setan untuk lebih sering mengajak  hal-hal yang tidak baik. dibawah ini merupakan cara-cara yang efektif dalam menahan amarah kita yang bergejolak dalam hati:


1.    Berlindung (kepada Allah azza wajalla) dari godaan syaitan yang terlaknat,
2.    Diam tidak berbicara.
3.    Apabila mampu meninggalkan tempat itu maka berdirilah lalu pergi.
4.   Bersikap tenang, yaitu duduk apabila sedang berdiri, atau tidur terlentang bilamana sedang duduk. 
5.    Berwudlu,
6.    Melaksanakan sholat.
7.    Menjaga wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
8.  Mengetahui derajat yang tinggi dan kedudukan istimewa yang akan diberikan kepada orang yang bisa menahan dirinya dari marah.
9.     Mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika marah.
10.   Mengetahui bahwasanya menahan amarah adalah ciri orang yang bertakwa,
11.   Sadar ketika diingatkan.
12.   Mengetahui akibat buruk sikap marah.
13.   Selalu berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala
14.   Memberikan hak badan untuk beristirahat.


Sebuah kabar gembira bagi siapa saja yang terus berusaha menahan amarahnya, Rasulullah menjanjikan sebuah balasan yang begitu indah, akankah kita tertarik untuk mendapatkannya?
Jangan gampang marah.

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)
Semoga bermafaat
Diambil dari berbagai sumber
Sardana

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...