Rabu, 12 November 2014

Statistik Goals Persib, Menjaga Optimisme



Dalam pekan ini warga kota Bandung khususnya para bobotoh Persib tengah bersuka ria atas kemenangan Persib yang tampil sebagai jawara Liga Super Indonesia 2014. Sambutan yang meriah ketika iring-iringan pemain Persib mengelilingi jalan-jalan protokol kota Bandung.  Setelah penantian lama 19 tahun sejak Persib meraih gelar juara liga Indonesia pertama 1995, kerinduan para pendukung pun kini terobati.

Ada hal menarik dari Persib dalam berbagai laga pertandingan yang dijalaninya selama musim liga tahun 2014 ini dan telah mengantarkannya sebagai tim terbaik di tahun ini adalah statistik goals yang dilesakannya Persib ke gawang lawan. Tribunnews.com misalkan merilis statistik goals yang dibuat Persib, dari 17 goal yang dicetak sebanyak 14 goals dibuat pada babak kedua. Dari 14 goals yang dihasilkan pada babak kedua sebanyak 8 goals disarangkan ke gawang lawan pada 15 menit terakhir. Artinya 47% goals Persib tercipta pada 15 menit akhir laga dari 90 menit waktu tanding. Bahkan dalam beberapa laga Persib terlebih dulu kecolongan goals dari pihak lawan, namun akhirnya Persib mampu membalikkan keadaan dan memenangi dalam pertandingan tersebut.

Pesan yang dapat diambil dari data statistik goals Persib tersebut adalah bahwa dalam hidup harus senantiasa optimis, tidak mudah berputus asa. Tidak segera menyimpulkan bahwa pada laga ini akan berakhir dengan kekalahan, kemenangan tidak mungkin terwujud, keadaan begitu sulit untuk ditaklukkan. Padahal waktu masih ada, kesempatan untuk mengubah keadaan masih sangat terbuka. Kesabaran, keuletan, kreatifitas, dan inovasi sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi yang tidak kondusif menjadi yang lebih baik.

Juga sebaliknya, tidak ada yang menjamin bahwa situasi yang menyenangkan akan selalu bersamanya. Bisa saja akibat kelengahan, kurang konsentrasi, meremehkan pihak lawan, atau megendurkan intensitas kerja, maka kemenangan yang didepan mata menjadi sirna. Selama laga belum berakhir, nafas kehidupan masih berdenyut, maka mengurangi semangat bekerja, bersantai ria atau tidak focus lagi akan membawa pada kemunduran bahkan kekalahan.

Yang terpenting adalah bagaimana membangun rasa optimisme, agar hidup menjadi semakin lebih baik, lebih baik, dan berkahir dengan lebih baik. Barangkali tiga sikap ini dapat menjaga ras optimism hidup:

Pertama, rasa sulit dalam hidup harus dipandang sebagai garis datar atau garis turun sementara yang ada dalam sebuah grafik yang suatu saat bisa berubah. Masa sulit tidak akan berlangsung selamanya, situasi pasti akan berbalik menjadi baik. Tidak merasa telah divonis untuk terus menerus menjalani rangkaian kisah sedih, kecewa, dan kegagalan. Kesulitan harus dipandang sebagi pintu kesuksesan yang harus diusahakan agar pintu tersebut terbuka. Kesulitan bukan tembok raksasa yang memisahkan dari kesuksesan.

Kedua, masalah dalam kehidupan adalah ujian. Ujian adalah sarana untuk memperkaya pengalaman untuk mengarungi kehidupan. Tak ada siswa yang lulus sekolah tanpa ujian. Tak ada mahasiswa yang diwisuda sebagai sarjana tanpa ujian. Ujian adalah lompatan untuk menjadi lebih baik. Karena dari ujian itu menjadi tahu akan diri kita sendiri. Kegagalan tidak dilimpahkan kesalahannya pada orang lain melainkan berintrospeksi pada diri sendiri, apa kelamahannya dan bagaimana mengatasinya.

Ketiga, segera bangkit dari setiap kegagalan bukan menyerah pada nasib. Ada ungkapan, “The real champion is not just winning the competition but everyone who can stand up for every failure”. Kedewasaan dan ketegaran sesorang dihitung dari kemampuannya untuk bangkit dari setiap kegagalan yang dialaminya, bukan yang terus menerus larut dalam kesedihan.

Sardana

Jumat, 07 November 2014

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 4)




Ketiga belas : Hukum Gambaran (The Law of the Picture)

Orang melakukan atas apa yang dilihatnya. Pemimpin besar harus mengkomunikasikan visi mereka tentang masa depan yang lebih baik. Ketika masa-masa sulit dan ketidakpastian yang tinggi, pengikut memerlukan gambaran yang jelas dari para pemimpin mereka. Ada tiga ide untuk diingat saat berusaha untuk memperbaiki diri sendiri sebagai contoh:
  • pertama, ingat bahwa pengikut selalu mengawasi pemimpin. Karyawan melakukan apa yang bos mereka lakukan, bukan apa yang mereka katakan
  • kedua, lebih mudah untuk mengajarkan apa yang benar daripada melakukan apa yang benar. Tidak ada yang lebih meyakinkan daripada orang-orang yang memberikan nasihat dan menetapkan contoh yang baik
  • ketiga, lakukan perbaikan diri sendiri sebelum mencoba untuk memperbaiki orang lain. Hindari godaan untuk mencoba mengubah orang lain tanpa membuat perubahan pertama pada diri sendiri

Keempat belas: Hukum Kepercayaan (The Law of Buy-In)

Orang mempercayai pemimpin, kemudian visi. Sayangnya, kebanyakan pemimpin menganggap sebaliknya. Mereka meyakini jika visi-nya cukup baik, orang otomatis akan mempercayainya. Namun orang tidak mengikuti visi. Mereka mengikuti orang.
Pemimpin dan visi-nya selalu pergi bersama-sama dalam satu dari empat kombinasi:
  • ketika pengikut tidak suka kepada pemimpin atau visi, mereka mencari pemimpin lain
  • ketika pengikut tidak suka kepada pemimpin tapi tidak suka kepada visi, mereka mencari pemimpin lain 
  • ketika pengikut suka kepada pemimpin tapi tidak suka kepada visi, mereka mengubah visi
  • ketika pengikut suka kepada pemimpin dan visi, mereka berada di belakang keduanya.

Kelima belas: Hukum Kemenangan (The Law of Victory)

Pemimpin menemukan suatu cara bagi tim untuk meraih kemenangan. Ketika tekanan tiba, pemimpin besar adalah yang terbaik di antara mereka. Dalam berbagai keadaan mereka muncul di permukaan. Pemimpin yang terbaik merasa terdorong tampil untuk menantang dan melakukan sesuatu dalam kewenangannya untuk meraih kemenangan bagi pengikutnya. Dalam padangan mereka:
-      kepemimpinan adalah tanggungjawab
-      kekalahan adalah tidak dapat diterima
-      kreativitas adalah penting
-      berhenti adalah tidak mungkin
-      komitmen adalah tidak ada keraguan
-      kemenangan adalah pasti terjadi



Keenam belas : Hukum Momentum Besar (The Law of Big Mo)

Momentum adalah sahabat terbaik seorang pemimpin. Momentum adalah suatu hal yang sering menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Ketika seseorang memiliki momentum, kendala muncul kecil. Berikut ini adalah tujuh kebenaran tentang momentum yang setiap pemimpin perlu mengetahui:
pertama, momentum adalah pelambung besar. Itu membuat sesuatu tampak lebih besar dari sebenarnya. Keberhasilan melambung dengan momentum. Ketika memiliki momentum tidak khawatir tentang masalah kecil, dan banyak yang lebih besar tampaknya muncul bekerja sendiri
kedua, momentum membuat pemimpin nampak lebih baik. Ketika peimpin memiliki momentum, orang-orang berfikir pemimpin itu jenius
ketiga, momentum membantu pengikut untuk bekerja melampaui kemampuan mereka yang sebenarnya. Ketika ada momentum, orang termotivasi untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi
keempat, momentum lebih mudah untuk mengarahkan daripada untuk memulai. Memulai adalah perjuangan, tetapi sekali telah bergerak maju, maka benar-benar dapat mulai untuk melakukan beberapa hal menakjubkan
kelima, momentum adalah agen kuat untuk perubahan. Mendapat momentum yang cukup, hampir setiap jenis perubahan adalah mungkin terjadi, karena orang ingin mendapatkan kendaraan kemengan
keenam, momentum adalah tanggungjawab pemimpin. Menciptakan momentum dibutuhkan seseorang yang memiliki visi, dapat merakit tim yang baik, dan dapat memotivasi orang lain
ketujuh, momentum diawal dari pemimpin. Dia diawali dengan visi, gairah, antusias, menyebarkannya.


Bersambung ke bagian terakhir (bagian 5).....


21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 1)

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 2) 

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian3)

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 4)

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 5) 
 

Sardana

Rabu, 05 November 2014

Mau Bayar Pajak via ATM ? Begini Caranya

Wajib Pajak memiliki berbagai kewajiban dalam pemenuhan perpajakannya. Sistem perpajakan di Indonesia yang menganut self assessment di mana Wajib Pajak diberi kewenangan untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor, dan melaporkan pajak yang menjadi kewajibannya baik atas pajaknya sendiri (misalnya PPh pasal 25/29) ataupun pajak pihak lain karena sebagai pemotong atau pemungut pajak (misalnya PPh pasal 21, pasal 23, PPN)

Salah satu rutinitas bagi Wajib Pajak adalah menyetor pajak-pajak tersebut ke Bank/Pos Persepsi yang menerima setoran pajak. Tentu bagi sebagian Wajib Pajak dapat menyita waktu, karena harus meninggalkan tempat dan setumpuk pekerjaan penting lainnya. Wajib Pajak yang memiliki Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau terbiasa menggunakan internet banking termasuk alat Electronic Data Capture (EDC) yang dipergunakan untuk kartu kredit/debit dapat memanfaatkan fasilitas dari Direktorat Jenderal pajak dalam bentuk Billing System atau metode pembayaran elektronik dengan mengunakan Kode Billing.  Sistem pembayaran pajak secara elektronik adalah bagian dari sistem Penerimaan Negara secara elektronik yang diadministrasikan oleh Biller Direktorat Jenderal Pajak dan menerapkan Billing System. Adapun Kode Billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui Sistem Billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan Wajib Pajak. Dengan demikian Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran/penyetoran pajak secara elektronik (misalkan dvia ATM) setelah membuat Kode Billing.

Untuk dapat membuat kode billing, Wajib Pajak terlebih dahulu harus mendaftarkan diri guna memperoleh User ID dan PIN secara online melalui menu daftar baru Aplikasi Billing DJP dan mengaktifkan akun pengguna melalui konfirmasi e-mail.  Setelah memperoleh User ID dan PIN, Wajib Pajak melakukan log-in kemudian untuk membuat kode billing dengan menginput data pajak yang akan dibayarkan. Proses pembuatan kode billing tersebut dapat dilakukan sendiri oleh Wajib Pajak pada Aplikasi Billing DJP yang dapat diakses melalui laman Direktorat Jenderal Pajak dan laman Kementerian Keuangan.

Kode billing yang telah dibuat sendiri oleh Wajib Pajak tersebut merupakan dasar untuk melakukan pembayaran melalui ATM ataupun internet banking, sehingga Wajib Pajak tidak perlu datang ke bank/pos persepsi tempat pembayaran pajak. Namun yang harus diperhatikan adalah Kode Billing yang dibuat sendiri oleh Wajib Pajak berlaku selama 48 (empat puluh delapan) jam sejak diterbitkan dan tidak dapat dipergunakan setelah melewati jangka waktu dimaksud. Sehingga apabila Wajib Pajak melakukan pembayaran pajak setelah jangka waktu tersebut harus membuat kembali kode billing yang baru.

Wajib Pajak yang telah melakukan pembayaran pajak secara elektronik akan menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) sebagai bukti setoran. Dalam BPN sekurang-kurang memuat elemen-elemen sebagai berikut:
a.       Nomor Transaksi Pnerimaan Negara (NTPN);
b.      Nomor Transaksi Bank (NTB) / Nomor Transaksi Pos (NTP);
c.       Kode Billing;
d.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
e.      Nama Wajib Pajak;
f.        Alamat Wajib Pajak, kecuali untuk BPN yang diterbitkan ATM dan EDC
g.    Nomor Objek Pajak (NOP), dalam hal pembayaran pajak atas transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, kegiatan membangun sendiri dan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan, kecuali untuk BPN yang diterbitkan melalui ATM dan EDC;
h.      Kode Akun Pajak;
i.         Kode Jenis Setoran;
j.        Masa Pajak;
k.       Tahun Pajak;
l.         Nomor ketetapan pajak, bila ada;
m.    Tanggal bayar; dan
n.      Jumlah nominal pembayaran.

Kode Billing dapat diperoleh Wajib Pajak sebenarnya tidak hanya dengan membuat sendiri pada Aplikasi Billing DJP yang dapat diakses melalui laman Direktorat Jenderal Pajak dan laman Kementerian Keuangan, tetapi dapat juga diperoleh dengan cara:
  • melalui Bank/Pos Persepsi atau pihak lain yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. Kode billing ini juga berlaku selama 48 (empat puluh delapan) jam sejak diterbitkan dan tidak dapat dipergunakan setelah melewati jangka waktu dimaksud; atau
  • diterbitkan secara jabatan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam hal terbit ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak, SPPT PBB atau SKP PBB yang mengakibatkan kurang bayar. Kode Billing yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak hanya berlaku sampai dengan jatuh tempo pembayaran pajak, dan tidak dapat dipergunakan setelah melewati jangka waktu dimaksud.

Pembayaran/penyetoran pajak secara elektronik untuk meliputi seluruh jenis pajak, kecuali:
a.    pajak dalam rangka impor yang diadministrasikan pembayarannya oleh Biller Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; dan
b.    pajak yang tata cara pembayarannya diatur secara khusus.

Semoga bermanfaat.


Sardana

Referensi :
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-26/PJ/2014
tentang Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik


Senin, 03 November 2014

Hikmah dari Peristiwa Hijrah



Dari deretan perjalanan hidup dan perjuangan Rasulullah SAW, ada satu peristiwa yang sangat spesial, dan hal ini sangat membekas di benak saya. Peristiwa ini adalah salah satu momen terpenting dalam hidup Rasulullah SAW. Bahkan merupakan salah satu momen yang paling penting dalam perkembangan penyebaran ajaran yang Rasulullah bawa. Momen ini adalah solusi dan jalan keluar dari kesulitan, penderitaan, dan bahkan siksaan yang Rasulullah dan para sahabat rasakan. Momen ini juga adalah titik balik kemenangan perjuangan Rasulullah dan umat Islam. Momen ini adalah Hijrah.
Hijrah bukan hanya perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW dalam penyebaran agama dari Mekkah ke Madinah, pada tahun 622 Masehi, namun juga digambarkan dalam Al Qur’an dan Hadits sebagai sebuah perjuangan dan perubahan dengan ganjaran surga dari Allah SWT.

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقاً حَسَناً وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلاً يَرْضَوْنَهُ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ

“Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (syurga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (syurga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.” [QS. Al Hajj (22): 58 – 59].

Hijrah merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam. Hijrah menjadi gambaran sebuah pengorbanan untuk memperoleh perubahan dan kemenangan dalam hidup. Tidak mungkin ada kemenangan bila tidak diiringi dengan pengorbanan. Hal tersebut yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.  Hijrah besar yang dilaksanakan dalam sejarah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah, walaupun bukanlah hijrah yang pertama, menjadi momen yang sangat penting karena setelah hijrah tersebut perkembangan penyebaran Islam mengalami banyak perkembangan. Dan Islam menjadi sebuah kekuatan negara dan pemerintahan yang menguasai 2/3 dunia.

Perjalanan hijrah secara keseluruhan juga bermakna sebagai sebuah perubahan. Perubahan ini terlihat dari keadaan sebelum dan sesudah hijrah. Hijrah membawa umat muslim dari tatanan yang tidak baik atau tidak kondusif ke arah tatanan yang baik dan Islami. Tatanan itu dapat mencakup berbagai aspek dan dimensi, mulai dari sosial, ekonomi, hokum, politik dan juga perilaku. Perubahan juga terlihat dari sisi perjuangan yang membawa kepada kemenangan penyebaran ajaran Islam dengan cara dakwah atau militer.

Setelah Rasulullah SAW berdakwah lebih dari 13 tahun di Mekah, akhirnya Rasulullah SAW, para sahabat, kaum muslimin hijrah ke Madina. Rasulullah SAW dan kaum muslimin mengalami banyak sekali kesulitan, ancaman, siksaan, boikot, sampai kepada pembunuhan saat berdakwah dari kaum Quraisy di Mekah. Seperti siksaan yang dilakukan kepada Ammar bin Yasir beserta ayah dan ibunya. Ibu Ammar, Sumayyah yang merupakan syuhada pertama dalam sejarah Islam, disiksa dan dibunuh dihadapan Ammar dan ayahnya. Lalu, boikot yang dilakukan kepada semua pengikut Rasulullah SAW. Tidak ada yang diperbolehkan memberikan atau bahkan menjual pasokan makanan kepada kaum muslimin. Sehingga mereka, khususnya para wanita dan bayi mengerang kelaparan. Bahkan mereka terpaksa memakan dedaunan dan kulit binatang untuk mengganjal perutnya. Penyiksaan dan pembunuhan kepada kaum muslimin dilakukan sangat rutin oleh kaum Quraisy. Kerasnya siksaan juga dialami oleh sahabat Rasulullah SAW yang mulia Bilal bin Rabah RA. Tidak hanya para sahabat dan kaum muslimin lainnya, Rasulullah SAW pun tak luput dari siksaan, bahkan percobaan pembunuhan. Di tengah tekanan dan siksaan yang luar biasa dari kaum Quraisy Mekah, Rasulullah SAW juga mengalami kesedihan yang luar biasa dengan wafatnya paman beliau Abu Thalib, yang senantiasa menjadi pelindung dan pengasuh beliau dengan penuh kasih sayang sejak beliau kecil. Ditambah lagi meninggalnya istri beliau tercinta Khadijah RA yang setia mendampingi serta mendukung dakwah dan perjuangan Rasulullah SAW. Sampai akhirnya datang persetujuan dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW dan kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah Al Munawarah, untuk memulai langkah baru menuju keberhasilan dimasa mendatang.

Perjalanan hijrah Rasulullah ke Madinah memiliki makna yang kuat dan sangat mendalam. Imam Nawawi dalam kitabnya yang terkenal “Riyadhus Shalihin”  mengungkapkan ada macam hijrah secara arti dan makna:
1.    Hijrah dari sebuah tempat ke tempat yang lain.
2.    Hijrah dari satu perbuatan ke perbuatan yang lain.
3.    Hijrah dari pelaku maksiat.

Lebih dari makna di atas, peristiwa dan perjalanan hijrah Rasulullah SAW adalah salah satu warisan terbesar yang Nabi kita tinggalkan kepada kita. Selain perjuangan hijrah Rasulullah membawa perubahan dan kemenangan buat kaum muslimin, banyak sekali hikmah dari perjuangan hijrah Rasulullah SAW dan kaum muslimin yang apabila kita cermati adalah merupakan sebuah “formula” yang dapat kita jadikan pedoman dalam kehidupan untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.

Di bawah ini adalah pelajaran dan hikmah dari perjuangan hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat yang dapat kita jadikan pedoman, bersumberl dari buku Sirah Nabawiyah “Ar-Rahiq Al-Makhtum”, buku riwayat hidup Rasulullah SAW yang mendapatkan juara pertama kompetisi Sirah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri .

1)    Kemantapan Iman Rasulullah dan para sahabat.

Ketika turun perintah hijrah dari Allah SAW lewat Rasulullah, tidak ada kaum muslimin yang menentang dan mempertanyakan perintah ini. Mereka dengan beberapa grup dan rombongan berangkat hijrah ke Madinah. Padahal perjalanan hijrah tidaklah mudah buat kaum muslimin. Selain beratnya medan, mereka juga diancam untuk di buru dan di bunuh oleh kaum Quraisi. Mereka pun rela meninggalkan rumah dan semua harta benda di Mekkah.  

Namun Rasulullah SAW dan semua kaum muslimin tidak takut sedikitpun. Mereka bahkan dengan gagah berani meninggalkan semua harta benda untuk pergi menjalani hijrah menembus ganasnya padang pasir di bawah terik matahari yang panas. Hal ini adalah bukti kekuatan dan kemantapan iman yang dimiliki para sahabat dan kaum muslimin kepada Allah SWT dan RasulNya. Kekuatan dan kemantapan iman adalah merupakan landasan perjuangan, motivasi, dan kunci keberhasilan perjuangan hijrah. Perjuangan dan pengorbanan kaum muslimin saat melakukan perjalanan hijrah merupakan wujud ketaatan kepada Allah dan RasulNya, dengan hadiah yang sangat besar dari Allah, yaitu surga.

Perjuangan kaum muslimin didasari oleh kekuatan iman telah menghasilkan sebuah kekuatan yang energi yang luar biasa besarnya. Keimanan yang muncul kepada Allah dan RasulNya menghasilkan sebuah motivasi yang besar, yang memberikan dorongan yang sangat luar biasa bagi kaum muslimin untuk berjuangan.  

2)    Memiliki tujuan yang jelas.

Tujuan dan target dari hijrah sangat jelas dan spesifik. Rasulullah SAW sudah sudah secara jelas menentukan kota Madinah sebagai tujuan hijrah. Bahkan, hijrah kecil yang dilakukan beberapa kaum muslimin sebelumnya juga jelas dan spesifik menentukan kota Habasha.

Rasulullah SAW menentukan kota tujuan hijrah dengan perhitungan yang matang dan mempertimbangkan segala aspek seperti suasana yang kondusif, penyebaran dakwah yang lebih luas, kesejahteraan yang lebih baik buat kaum muslimin, dan lain sebagainya. Karena tidak hanya kebebasan untuk menjalan syariat Islam saja yang diharapkan dapat terjadi di tempat yang baru, namun juga keleluasaan untuk membangun pemerintahan, dan kekuatan militer.

Dan yang terpenting dalam proses menentukan tempat tujuan hijrah adalah tetap mengingat tujuan yang paling utama, yaitu akhirat. Proses penentuan tujuan hijrah yang bersifat dunia tidak pernah lepas tujuan utama Rasulullah dan kaum muslimin yaitu berusaha untuk mencapai tujuan akhirat. Bahkan dengan melakukan hijrah ikhlas kerena Allah dan RasulNya saja, tujuan akhirat akan terpenuhi. Dan dalam segala hal Rasulullah juga selalu mencontohkan bahwa tujuan dunia harus selalu sejalan dengan tujuan akhirat sebagai tujuan utama kita umat Islam.

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa (4): 100].

3)    Perencanaan dan strategi yang matang dan handal.

Ini adalah pelajaran penting yang diajarkan dan dicontohkan oleh idola saya, pemimpin kita umat Islam sedunia, Rasulullah SAW. Walaupun beliau adalah seorang Nabi, manusia yang pemintaannya selalu didengar oleh Allah, namun beliau selalu melakukan usahanya yang terbaik dan maksimal sebagai manusia dengan selalu membuat rencana dan strategi yang matang dan handal.

Makna hadits diatas adalah lakukan usaha dengan maksimal sebelum bertawakal kepada Allah.  Perencanaan matang oleh Rasulullah SAW yang dilakukan pada proses perjalanan hijrah dengan usaha dengan usaha yang total dan maksimal, dan tidak hanya berserah diri kepada Allah. Perencanaan, tahapan-tahapan, dan pembagian tugas pun didiskusikan dengan para sahabat sebelum pelaksanaan.
o   Membagi kelompok keberangkatan hijrah ke Madinah, yang dimulai dengan keberangkatan 70 keluarga terlebih dahulu.
o   Memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur ditempat tidurnya, dan dengan selimut yang biasa digunakan Rasulullah untuk mengelabui kaum Quraisy yang berencana untuk membunuh Rasulullah SAW di tempat tidurnya.
o   Memilih rute memutar, yang jarang dilewati orang, untuk mengelabui kaum Quraisy yang melakukan pengejaran.
o   Menyewa penunjuk jalan yang ahli bernama Abdullah bin Uraiqith untuk membimbing Rasulullah dan Abu Bakar sampai ke Madinah, dengan menempuh jalan yang sangat jarang ditempuh orang.
o   Tak hanya Rasulullah, Abu Bakar yang diminta untuk menemani Rasulullah melakukan perjalanan  hijrah pun memikirkan strategi, dengan meyiapkan 2 ekor unta sejak 3,5 bulan sebelum perjalanan hijrah mereka dengan persiapan khusus, mulai dari makanan, minuman, perawatan khusus.
o   Abu Bakar juga memerintahkan anaknya Abdullah untuk menyuplai makanan ke gua dengan membawa domba. Domba yang dibawa bertujuan untuk membawa perbekalan makanan, sekaligus susunya dapat diperah sampai ditujuan, dan jejak domba akan menghilangkan jejak kakinya sehingga tidak diketahui arah tujuan Abdullah.
o   Bahkan Rasulullah juga memikirkan nasib kaum Muhajirin (yang melakukan hijrah) untuk dipasangkan sebagai saudara kaum Anshar (penduduk Madinah) untuk mendukung dan menjamin kehidupannya di Madinah sampai bisa mandiri.

4)    Melakukan aksi total dan maksimal untuk mencapai target dan tujuan.

Ketika tujuan dan rencana sudah ditentukan. Selanjutnya adalah menjalankan dan berusaha secara maksimal mencapai tujuan dan mendapatkan kesuksesan. Dan kembali, perjuangan yang total dan maksimal ditunjukkan oleh Rasulullah dan kaum muhajirin. Perjalanan hijrah yang berat dengan resiko kematian pun dijalani dengan sepenuh hati.
o   Sebelum berangkat, Ali bin Abi Thalib rela untuk menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya untuk mengelabui kaum Quraisy yang hendak membunuh Rasulullah. Ali rela menggantikan posisi Rasulullah walaupun resiko Ali dibunuh saat itu pun ada.  
o   Perjuangan juga ditunjukkan Abu Bakar yang dengan setia menemai Rasulullah dalam perjalanan hijrah. Abu Bakar bahkan rela tubuhnya digigit binatang berbisa, dan tidak bersuara sedikitpun karena takut membangunkan Rasulullah yang tidur di pangkuannya. Karena menahan rasa sakit, Abu Bakar sampai meneteskan air mata, yang akhirnya jatuh membasahi wajah Rasulullah.
o   Perjalanan padang pasir yang ganas panjang dan melelahkan, di bawah terik matahari yang sangat menyengat, dan dalam kejaran kaun Quraisy yang berniat menangkap Rasulullah dengan imbalan 100 ekor unta.
o   Pengorbanan tidak hanya dilakukan oleh Rasulullah dan kaum muslimin yang melakukan hijrah, Asma putri Abu Bakar pun harus merasakan kerasnya perjuangan hijrah walau dari Mekkah. Pekerjaan yang penuh resiko karena melindungi kepergian Rasulullah dan Abu Bakar. Asma juga melindungi nama baik Abu Bakar di depan ayah Abu Bakar karena Abu Bakar tidak meninggalkan uang sepeserpun untuk Asma dan Aisyah.
o   Lalu untuk menghapus bekas-bekas jejak kaki Asma ini, Abu Bakar memerintahkan penggembala kambingnya, Abdullah bin Fahirah agar gembalaan kambing-kambingnya setiap hari melewati jalan yang biasa dilalui oleh Asma, seakan-akan memang dia menggemabla dan tidak ada satupun yang meragukannya.

Sikap pantang menyerah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dan kaum Muslimin dalam perjuangan mengembangkan dan membela perjuangan pengembangan Islam saat itu. Selama 13 tahun Rasullah bersabar dan pantang menyerah atas segala kesulitan, penderitaan, dan siksaan dari kaum Quraisy di saat berdakwah di Mekkah. Sikap pantang menyerah juga ditunjukkan Rasulullah dan para sahabat saat proses hijrah. Beratnya perjalanan hijrah, ditambah lagi dilakukan dengan kejaran kaum Qurasy yang berusaha untuk menangkap hidup atau mati sama sekali tidak menyurutkan langkah Rasulullah dan para sahabat.

5)    Selalu berdoa kepada Allah.

Walaupun Rasulullah yakin akan perlindungan yang di berikan Allah SWT kepadanya dan kaum Muslimin, namun Rasulullah tetap tiada henti berdoa dan menyebut nama Allah. Beliau SAW tiada henti selama perjalanan membaca Al Quran. Hal ini dilakukan semata agar Allah senantiasa memudahkan dan melindung Rasulullah dan kaum Muhajirin sampai ketujuan.
Saat Abu Bakar disengat binatang berbisa saat berusaha untuk menutup lobang dengan kakinya, Rasulullah dengan memohon pertolongan Allah pun mengobati Abu Bakar dengan meludah kecil ke arah bagian bekas disengat sampai rasa sakitnya hilang sama sekali.
Rasulullah juga yang secara khusus memohon perlindungan kepada Allah saat bersembunyi di gua Tsur, yang hampir saja diketahui oleh para pemburu dari kaum Quraisy. Saking dekatnya para pemburu itu dengan tempat persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar, sampai-sampai Abu Bakar berkata “Wahai Rasulullah, andai kata sebagian mereka menoleh ke bawah pasti mereka dapat melihat kita. Rasulullah lalu berkata “Diam lah wahai Abu Bakar! Kita berdua tapi yang ketiga adalah Allah”.

6)    Tetap memperbanyak amalan.

Bahkan saat melakukan perjalanan yang berat dan dibawah kejaran para pemburu hadiah 100 ekor unta, pada kesempatan yang tepat Rasulullah tetap melakukan dakwah menyebarkan ajaran Islam. Ada 4 sampai 5 orang yang Islam saat perjalanan hijrah Rasulullah ke Madinah.

7)    Semua yang dilakukan membutuhkan pengetahuan yang tepat.

Pengetahuan adalah salah satu kepribadian yang sangat penting yang dimiliki oleh seorang muslim. Bahkan Rasulullah SAW mewajibkan untuk semua  Muslim untuk selalu menuntut ilmu.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban semua Muslim.” [HR. Ibnu Majah: 224].

Semua aksi dan perencanaan yang dilakukan Rasulullah tidak lepas dari pengetahuan yang dimiliki beliau. Dengan ilmu dan pengetahuan, Rasulullah dan para sahabat dapat melakukan usaha dengan perencanaan yang matang dan cara yang maksimal. Diantaranya adalah pengetahuan tentang target atau tujuan hijrah (yaitu kota Madinah), menentukan tahapan migrasi, rute, lokasi singgah, pemilihan orang yang terlibat langsung, dan lain sebagainya. Dengan pengetahuan, efektifitas dalam bertindak pun dapat dimiliki.
Begitu sampai di Madinah pun langsung mendirikan masjid. Masjid yang pertama kali dibangun adalah masjid Quba. Pembangunan masjid di Madinah oleh Rasulullah selain untuk fungsi utamanya yaitu untuk selalu mengingat dan menjalankan ibadah kepada Allah, pembangunan masjid juga mengandung pelajaran, salah satunya, adalah untuk selalu belajar dan menuntut ilmu yang dilakukan di masjid.

8)    Pengendalian diri dan memerangi hawa nafsu.

Rasulullah, orang yang paling mulia, mengajarkan sebuah kepribadian yang sangat penting dan dibutuhkan dalam perjuangan. Kepribadian ini adalah salah satu karakter beliau, dan merupakan ajaran beliau yang wajib diamalkan oleh umat muslim. Yaitu mengendalikan diri dan memerangi hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Bahkan Rasulullah mencontohkannya sendiri atas siksaan yang menimpa beliau saat berdakwah di Mekkah. Pukulan, lemparan batu, hinaan, dan cacimaki yang menimpa dirinya diterima dengan sabar. Bahkan Rasulullah menolak tawaran malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung untuk meratakan menduduk Thaif yang telah menghina dan menyiksa Rasulullah, sampai sandal yang Rasulullah pakai bersimbah darah.

Begitu pun saat perjalanan hijrah. Sikap sabar Rasulullah ditunjukkan kepada Suraqah bin Malik, salah seseorang Quraisy yang memburu Rasulullah SAW dan Abu Bakar untuk dibawa kembali ke Mekkah hidup atau mati dengan imbalan 100 ekor unta dari kaum Quraisy Mekkah. Namun dengan bantuan dan perlindungan Allah, beberapa kejadian saat pengejaran membuat Suraqah menyadari bahwa apa yang dibawa Rasulullah SAW akan mendapat kemenangan. Akhirnya Suraqah meminta maaf, menawarkan perbekalan, dan meminta jaminan perlindungan dari Rasulullah. Rasulullah yang selalu memiliki sikap sabar pun memaafkan Suraqah dan setujui permintaannya untuk memberikan perlindungan. Padahal bisa saja Rasulullah SAW melepaskan amarah kepada Suraqah orang yang berusaha untuk membunuhnya.

Hikmah yang terkandung dalam perjalanan hijrah Rasulullah dan para sahabat, seperti yang baru saja kita pelajari diatas, menampilkan empat elemen yang dibutuhkan untuk terciptanya sebuah formula kesuksesan. Terdapat elemen Spritual dan Keimanan pada hikmah nomer 1 diatas, elemen Cara Pencapaian pada nomer 2, 3, dan 4 diatas, elemen Penguat dan Percepatan terdapat pada hikmah nomer 5 dan 6, serta elemen Kepribadian terdapat pada hikmah nomer 7 dan 8.


Sardana

Sumber:  http://www.hijrahcoach.co.id/articles/formula-hijrah/103-warisan-rasulullah-saw2

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...