Senin, 20 Oktober 2014

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 2)


Pada tulisan terdahulu telah disampaikan 3 hukum kepemimpinan yang diterjemah dari ringkasanThe 21 Irrefutable Laws of Leadership, Follow Them and People Will Follow You” karya John C. Maxwell bagian 1.

Dalam tulisan ini disampaikan hukum kepemimpinan keempat sampai kedelapan.
Monggo dibaca......




Keempat : Hukum Navigasi (The Law of Navigation)

Setiap orang dapat mengemudikan kapal, namun dibutuhkan pemimpin untuk menentukan arah. Pemimpin adalah seorang yang mengatur kendali arah ke mana mereka dan pengikutnya akan berjalan. Pemimpin perlu mengetahui seluruh perjalanan sebelum mereka meninggalkan dermaga. Mereke harus memiliki visi untuk sampai tujuan, mereka mengerti apa yang harus dipersiapkan untuk sampai ke sana,mengetahu harus membawa siapa untuk menjadi suskses, dan mengetahui rintangan sebelum rintangan itu terjadi.

Navigator yang baik belajar pada pengalaman masa lalu. Keberhasilan mengajarkan bahwa anda mampu melakukan sesuatu dan memberikan kepercayaan diri, sedangkan kegagalan member pelajaran yang lebih besar. Kegagalan mengungkapkan asumsi yang salah, kelemahan karakter, kesalahan penilaian, dan metode kerja yang buruk.

Navigator yang baik akan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Mereka menyadari bahwa tidak memiliki semua jawaban. Mereka mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
Ada empat pedoman untuk menambah nilai, yaitu:

  • pertama, para pemimpin menambahkan nilai-nilai kepada orang lain ketika mereka benar-benar menghargai orang lain. Para pemimpin yang baik percaya pada orang lain sebelum orang lain mempercayai mereka, dan melayani orang lain sebelum mereka dilayani.
  • kedua, pemimpin menambahkan nilai kepada orang lain ketika mereka membuat diri mereka lebih berharga bagi orang lain. Penambahan nilai kepada orang lain tergantung pada sesuatu yang bernilai tambah, seperti keterampilan, kebijaksanaan, peluang, dan wawasan.
  • ketiga, pemimpin menambahkan nilai kepada orang lain ketika mereka tahu dan berhubungan dengan apa yang nilai orang lain. Para pemimpin yang baik akan mendengarkan, mempelajari, dan kemudian memimpin.
  • keempat, mereka menambahkan nilai kepada orang lain ketika mereka melakukan hal-hal dengan nilai-nilai religius. Tuhan menginginkan agar kita memperlakukan dengan hormat untuk menjangkau mereka dan melayani mereka. Standar yang dapat mempengaruhi segala sesuatu seorang pemimpin yang baik.

Navigator yang baik juga memastikan bahwa kesimpulan mereka berdasarkan keyakinan dan fakta. Mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mengambil orang-orang mereka sepanjang jalan. Tapi mereka juga menghadapi kenyataan secara realistis. Mereka menyeimbangkan antara optimisme dan realitas.   

Kelima : Hukum Penambahan (The Law of Addition)


Pemimpin menambah nilai dengan melayani orang lain.  Kepemimpinan adalah tentang memajukan orang lain, bukan tentang memajukan diri sendiri. Pertanyaan penting adalah: Apakah anda membuat hal-hal yang lebih baik bagi orang-orang yang mengikuti anda? Pemimpin yang menambah nilai kepada orang lain melakukannya dengan sengaja.
Ada empat pedoman untuk menambah nilai, yaitu:
  • pertama, para pemimpin menambahkan nilai-nilai kepada orang lain ketika mereka benar-benar menghargai orang lain. Para pemimpin yang baik percaya pada orang lain sebelum orang lain mempercayai mereka, dan melayani orang lain sebelum mereka dilayani. 
  • kedua, pemimpin menambahkan nilai kepada orang lain ketika mereka membuat diri mereka lebih berharga bagi orang lain. Penambahan nilai kepada orang lain tergantung pada sesuatu yang bernilai tambah, seperti keterampilan, kebijaksanaan, peluang, dan wawasan. 
  • ketiga, pemimpin menambahkan nilai kepada orang lain ketika mereka tahu dan berhubungan dengan apa yang nilai orang lain. Para pemimpin yang baik akan mendengarkan, mempelajari, dan kemudian memimpin.
  • keempat, mereka menambahkan nilai kepada orang lain ketika mereka melakukan hal-hal dengan nilai-nilai religius. Tuhan menginginkan agar kita memperlakukan dengan hormat untuk menjangkau mereka dan melayani mereka. Standar yang dapat mempengaruhi segala sesuatu seorang pemimpin yang baik.

Keenam : Hukum Landasan yang Kokoh (The Law of Solid Ground)

Kepercayaan merupakan landasan kepemimpinan.  Kepercayaan adalah hal paling penting yang harus dimunculkan bagi seorang pemimpin.  Seorang pemimpin membangun kepercayaan dengan konsisten seperti kompetensi, hubungan, dan karakter. Orang akan memaklumi atas kesalahan apabila jujur. Orang juga akan memberikan ruang  bagi pemimpin untuk membangun hubungan dengan orang lain. Namun orang tidak akan memaafkan dalam hal karakter.

Karakter bersifat tetap. Segala sesuatu yang dimiliki pemimpin dapat berubah termasuk strateginya, tetapi karakter tetap konsisten.

Karakter memberikan rasa hormat. Dengan membuat keputusan yang tepat, mengakui kesalahan, dan menempatkan apa yang terbaik bagi pengikutnya dalam kegiatan pribadi mereka, para pemimpin mendapatkan rasa hormat.

Ketujuh : Hukum Rasa Hormat  (The law of Respect)

Ada enam cara pemimpin mendapatkan rasa hormat dari yang lain:
  • pertama, ada pemimpin yang  memiliki kemampuan kepemimpinan secara alami. Mereka yang tidak memilikinya secara alami akan bekerja keras untuk mengembangkannya
  • kedua, mereka menghormati orang lain. Mereka paham bahwa kepemimpinan bersifat suka rela
  • ketiga, mereka memiliki keberanian. Keberanian pemimpin diharapkan bagi para pengikutnya
  • keempat, pemimpin yang sukses. Orang menghormati prestasi seseorang dan tertarik untuk meraih sukses
  • kelima, pemimpin yang setia. Dalam sebuah pergeseran budaya yang terus menerus. Kesetiaan merupakan asset yang berharga
  • keenam, pemimpin muncul rasa hormat dengan memberikan nilai tambah kepada orang lain.

Kedelapan : Hukum Intuisi (The Law of Intuition)

Pemimpin mengevaluasi segala sesuatu dengan intuisinya. Pemimpin melihat dunia dalam cara yang tidak biasa. Mereka memiliki intuisi kepemimpinan tentang suatu informasi yang mereka kerjakan.

Dalam berbagai situasi, pemimpin menangkap detil dari orang lain. Mereka menyelaraskan dalam dinamika kepemimpinan. Mereka dapat merasakan sikap orang-orang. Mereka dapat mendeteksi kesuaian sebuah tim. Mereka tahu kapan sesuatu sedang bergejolak dan kapan saat tenang.

Para pemimpin juga mampu membaca kecenderungan. Kebanyakan pengikut terfokus pada pekerjaan mereka saat ini. Namun para pemimpin melihat beberapa tahun bahkan puluhan tahun ke depan. Mereka memiliki kemampuan untuk melangkah dari apa yang terjadi pada saat itu dan melihat di mana organisasi yang dipimpinnya. Intuisinya mengatakan kepada mereka bahwa sesuatu yang sedang terjadi, kondisi sedang berubah, dan masalah atau peluang akan datang.

Pemimpin juga mampu membaca orang-orang. Mereka dapat merasakan apa yang terjadi di ruangan apakah ada rasa ingin tahu, keraguan, keengganan, antisipasi, atau pertolongan. Membaca orang barangkali keterampilan intuitif yang paling penting bagi seorang pemimpin untuk dimiliki.



Bersambung lagi .... ke bagian 3


21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 1)

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 2) 

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian3)

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 4)

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 5) 







Sardana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...