Kamis, 30 Januari 2014

Mutasi kerja… Terkabulnya do’a


Entah apa istimewa dari kota ini yang membuat saya pernah berkeinginan tinggal dan bekerja disana. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saat baru lulus kuliah dari STAN, saya berharap agar bisa ditempatkan di kota ini, Purwakarta, sebuah kota kabupaten di provinsi Jawa Barat. Dalam benak, Purwakarta itu posisinya tidak terlalu jauh dari tempat orang tua yang tinggal di Indramayu, juga tidak terlalu jauh dari kota Jakarta.

Namun Allah bekehendak lain, ketika SK Penempatan kerja pertama saya ditempatkan di Bandung. Itulah takdir, saya bersyukur karena Bandung telah memberi banyak pengalaman yang begitu berarti bagi hidup saya. Diantara anugerah terbesar adalah disinilah jodoh dan keempat anak saya dilahirkan dan dibesarkan. Begitu sangat kerasan saya tinggal di kota kembang ini, rasanya sampai pensiun pun sangat tak masalah.

Sebagai pegawai DJP mutasi itu suatu keniscayaan, akhirnya Bandung pun harus ditiinggalkan menuju ke Jakarta. Keluarga tetap di Bandung, sementara saya kesaharian kerja di Jakarta. Bulok alias bujang lokal tersematkan buat yang bekerja tidak satu kota dengan tempat tinggal. Gelar PJKA dipegang karena tiap Jumat udah resah ingin segera pulang – udah nongkrong di depan mesin absensi 10 menit sebelum saat pulang. Sementara hari minggu/ahad udah resah pula karena harus siap-siap tinggalkan keluarga untuk balik ke ibu kota. Begitulah PJKA atawa Pulang Jum’at Kembali Ahad.

Delapan tahun lebih menjalani rutinitas ini, asa untuk kembali di tempatkan kerja di Bandung tak pernah pudar bahkan semakin menguat dan terus menguat. Tiap kali ada pengumuman mutasi selalu dipelototin berharap nama saya ada di situ dan di tempatkan di Bandung. Entah berapa pengumuman mutasi keluar tidak pula ditemukan nama saya di situ. Muncul nama saya di pengumuman mutasi tahun 2010, tetapi itupun masih di kota Jakarta.

Awal 2014 di akhir bulan Januari nama saya kembali muncul di pengumuman mutasi dan saya ditempatkan di Purwakarta.

Inilah takdir Allah, do’a dua puluh tahun yang lalu itu terkabul. Allah memberi kesempatan untuk tinggal dan bekerja di kota yang dulu pernah saya cita-citakan.  Ya Allah bimbing, tunjuki, dan jangan cabut hidayah-Mu. Tetapkanlah agar diri ini menjadi hamba yang selalu berdo’a, meminta pertolongan, dan beribadah kepada-Mu. Sungguh begitu besar nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Masukan kami kedalam kelompok hamba yang senantiasa bersyukur kepada-Mu. Jangan masukan kedalam orang yang mendustkan nikmat-Mu. 

Maka nikmat Tuhanmu yan manakah yang kamu dustakan?” 

Wallahu'alam

Sardana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...