Senin, 20 Januari 2014

Sungguh aku tak mampu menghitung nikmat-Mu


Dalam kehidupan manusia, oksigen memiliki peranan yang sangat penting dimana kita semua bernafas dengan oksigen. Seseorang yang mengalami kekurangan oksigen akan membawa dampak buruk bagi kondisi tubuh sesorang bahkan bisa saja menyebabkan kematian jika seseorang mengalami kekurangan oksigen dalm jangka waktu terntu. Contoh yang paling mudah dilihat adalah saat sesorang sedang berada di ketinggian tertentu seperti di puncak gunung. Semakin tinggi mereka naik maka akan semakin kurang kandungan oksigen yang ada sehingga timbul beberapa gangguan fisik seperti sakit kepala. Karenanya dalam hal diperlukan, para pendaki gunung sering melengkapi perbekalannya dengan membawa tabung oksigen ukuran kecil yang mudah dan ringan untuk dibawa dan dapat dipergunakan kapanpun juga.

Dalam dunia kesehatan, tabung oksigen digunakan dalm dua kondisi, yaitu keadaan kronis dan kondisi yangakut. Untuk kondisi kesehatan kronis biasanya digunakan untuk pasien yang menderita chronic obstructive pulmonary disease atau CPOD yang merupakan gangguan pada daerah pernapasan dan paru-paru akibat merokok. Penggunaan pada kondisi akut akan digunakan pada pasien dengan kondisi hypoxemia, trauma, hypoythermia, shock dan beberapa kondisi lainnya. Tabung oksigen pun digunakan pula di rumah, hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari terapi penyembehuan dan tentu saja harus digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berapa yang harus disiapkan kalau kita menggunakan tabung oksigen. Seorang pembicara dalam presentasinya menyampaikan bahwa satu tabung oksigen portabel kita harus merogoh kocek Rp.21.500,-. Cara penggunaan tabung ini adalah dengan menghirupnya untuk selama 2 detik.. tentunya setelah tutup tabung dibuka ya, diulang sesuai dengan kebutuhan. Isi satu tabung dapat digunakan untuk 75 kali pemakaian. Sehingga satu tabung setara dengan 2,5 menit menghirup oksigen.

Kalau kita memakai oksigen selama satu jam membutuhkan Rp.516.000,- Sedangkan untuk penggunaan satu hari dibutuhkan biaya sebesar 24 x Rp.21.500,- atau Rp.12.384.000,-. Dalam satu tahun uang yang kita belanjakan untuk keperluan oksigen adalah 365 x Rp.12.384.000,- atau sebesar Rp.4.520.160.000,-

Mari kita menghitung diri, sudah berapa lama kita menjalani kehidupan. Apabila kita berusia 40 tahun maka fasilitas oksigen yang telah digunakan adalah 180,8 Milyar rupiah. Senadainya Allah swt mengeluarkan tagihan penggunaan oksigen kepada kita, sanggupkah kita membayarnya?

Itu baru oksigen saja, bagaimana dengan otak yang berfungsi normal berapa harga otak sehat kita? Bagaimana dengan jantung, paru-paru, ginjal, mata, bagian tubuh lainnya? Berapa harga itu semua. Akan sanggupkah kita menghitung dan membayarnya, jika semuanya ditagihkan kepada kita?

Subhanallah wal hamdulillah itu semua adalah nikmat yang Allah berikan kita, yang tidak perlu dibayar. Kita hanya perlu mensyukuri atas nikmat yang begitu tak terhingga itu.

Sungguh aku tak mampu menghitung nikmat-Mu.
Sardana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...