Selasa, 30 Desember 2014

Hukum Jual Beli via Internet

Hari ini saya diberikan tugas sebagai pembicara dalam acara in house training untuk menyampaikan materi Aspek Perpajakan di Bidang e-Commerce.  Cara bisnis ini semakin berkembang dan begitu banyak pelaku yang memanfaatkan sarana internet untuk memasarkan atau menjual produknya. Satu jam setengah berlalu dan seluruh materi telah disampaikan, seperti biasa dilanjutkan dengan acara tanya jawab. Dari beberapa pertanyaan ada satu dari ibu Evi Litawati yang menanyakan tentang hukum jual beli via internet menurut syari’ah. Pertanyaan lumayan diluar kontek dengan yang dibicarakan pada acara IHT tersebut.

Dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa jual beli via internet diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezhaliman, penipuan, kecurangan dan yang sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual belinya.

Rukun-rukun jual beli itu menurut jumhur ulama :
1. Ada penjual.
2. Ada pembeli.
3. Ijab Kabul.
4. Barang yang diakadkan. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz V hal 3309)

Syarat-syarat sah jual beli itu adalah :

1. Syarat-syarat pelaku akad : bagi pelaku akad disyaratkan, berakal dan memiliki kemampuan memilih. Jadi orang gila, orang mabuk, dan anak kecil (yang belum bisa membedakan) tidak bisa dinyatakan sah.
2. Syarat-syarat barang yang diakadkan :
a. Suci (halal dan baik).
b. Bermafaat.
c. Milik orang yang melakukan akad.
d. Mampu diserahkan oleh pelaku akad.
e. Mengetahui status barang (kualitas, kuantitas, jenis dan lain-lain)
f. Barang tersebut dapat diterima oleh pihak yang melakukan akad. (Fiqih Sunnah juz III hal 123)

Hal yang perlu juga diperhatikan oleh si pembeli yang melakukan pembelian via internet, telephon, majalah atau yang sejenisnya adalah memastikan bahwa barang yang akan dibelinya sesuai dengan yang disifatkan oleh si penjual sehingga tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.

 Banyak ulama kontemporer yang berpendapat bahwa transaksi dengan piranti-piranti modern adalah sah dengan syarat ada kejelasan dalam transaksi tersebut. Di antara mereka adalah Syeikh Muhammad Bakhit al Muthi’i, Mushthofa az Zarqa’, Wahbah Zuhaili dan Abdullah bin Mani’. Alasan beliau-beliau adalah sebagai berikut:
1.   Berdasar pendapat banyak ulama di masa silam yang menyatakan sahnya transaksi via surat menyurat dan jika ijab (penyataan pihak pertama) adalah sah setelah sampainya surat ke tangan pihak kedua. Demikian pula mengingat sahnya transaksi dengan cara berteriak.
2.   Yang dimaksud dengan disyaratkannya ‘kesatuan majelis transaksi’ adalah adanya suatu waktu yang pada saat itu dua orang yang mengadakan transaksi sibuk dengan masalah transaksi. Bukanlah yang dimaksudkan adalah adanya dua orang yang bertransaksi dalam satu tempat.

Majma’ Fiqhi Islami di Muktamarnya yang keenam di Jeddah juga menetapkan bolehnya mengadakan transaksi dengan alat-alat komunikasi modern. Transaksi ini dinilai sebagaimana transaksi dua orang yang berada dalam satu tempat asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. Akan tetapi tidak diperbolehkan untuk menggunakan sarana-sarana ini itu transaksi sharf/penukaran mata uang karena dalam sharfdisyaratkan serah terima secara langsung.


Syarat yang ditetapkam Majma Fiqhi adalah sebagai berikut:
1.      Adanya kejelasan tentang siapa pihak-pihak yang mengadakan transaksi supaya tidak ada salah sangka, kerancuan dan pemalsuan dari salah satu pihak atau dari pihak ketiga.
2.      Bisa dipastikan bahwa alat-alat yang digunakan memang sedang dipakai oleh orang dimaksudkan. Sehingga semua perkataan dan pernyataan memang berasal dari orang yang diinginkan.
3.      Pihak yang mengeluarkan ijab (pihak pertama, penjual atau semisalnya) tidak membatalkan transaksi sebelum sampainya qobul dari pihak kedua. Ketentuan ini berlaku untuk alat-alat yang menuntut adanya jeda untuk sampainya qobul.
4.      Transaksi dengan alat-alat ini tidak menyebabkan tertundanya penyerahan salah satu dari dua mata uang yang ditukarkan karena dalam transaksi sharf/tukar menukar mata uang ada persyaratan bahwa dua mata uang yang dipertukarkan itu telah sama-sama diserahkan sebelum majelis transaksi bubar. Demikian juga tidak menyebabkan tertundanya penyerahan modal dalam transaksi salam karena dalam transaksi salam disyaratkan bahwa modal harus segera diserahkan.
5.      Tidak sah akad nikah dengan alat-alat tersebut (hp, internet dll) karena adanya saksi adalah syarat sah akad nikah.

Wallahu a’lam

Sardana



Sumber:

Sabtu, 20 Desember 2014

Menjaga Kesholihan Hati

Nabi Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya pada diri anak Adam terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka menjadi baik pula seluruh tubuhnya. Apabila ia rusak, maka menjadi rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati" (Muttafaqun 'Alaih)

Hal ini merupakan penegasan bahwa bagian tubuh yang terpenting bagi manusia adalah hatinya (qolb). Karenanya, alangkah baiknya kalau mengteahui tentang pengertian hati tersebut. Secara bahasa, hati (qolb) memiliki dua pengertian: pertama, menunjukkan arti "sesuatu yang paling penting dan paling mulia". Sehingga, bagian yang paling penting dan paling mulia pada manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dinamakan hati. Dia merupakan sesuatu yang paling penting dan paling mulia dalam segala hal. Kedua, menunjukkan arti "membalikkan sesuatu dari satu sisi ke sisi lainnya". Jadi, hati manusia dinamakan qolb karena bolak-balik. Seorang penyair berkata, "Tidaklah dinamakan qalb melainkan karena bolak-baliknya, dan dapat memalingkan manusia dari suatu keadaan menuju keadaan yang lain".
Sedangkan secara hakikat, para ulama telah berselisih tentang pendapatnya mengenai qolb. Menurut Madzhab Syafi'i berpendapat qalb adalah hati yang terdapat di antara tulang-tulang rusuk. Namun Madzhab Hanafi berpendapat bahwa qalb (yang disebut juga aql) adalah otak. Adapun sebagian ulama berusaha menyelaraskan antara kedua pendapat ini seraya berkata, "Kami mengatakan bahwa dasar pemikiran dan pengamatan terdapat di otak, sedangkan dasar kehendak terdapat di hati. Akal merupakan sarana untuk mengetahui ilmu dan amal. Sedangkan sarana untuk mewujudkan keduanya adalah hati. Ilmu dan amal ikhtiyari akarnya adalah kehendak, sedangkan kehendak itu di hati. Orang yang berkehendak belum dikatakan berkehendak kecuali setelah kehendak itu terbayang, sedangkan membayangkan dan mengliustrasikannya adalah tugas akal. Jadi, antara hati dan akal memiliki keterkaitan yang sangat erat. Perpaduan antara keduanya inilah yang menentukan baik-buruknya seseorang." (Al-Qalbu wal 'Aqlu:2)

Keutamaan Hati

1. Hati adalah sasaran kendali Ilahiyah terhadap manusia
Allah swt memperlakukan hati manusia  sebagaimana yang dikehendaki-Nya.Sebab Allah swt yang membatasi dengan hatinya. Allah meneguhkan hati orang-orang beriman sehingga mereka bersabar. Allah pula yang memasukkan ketakutan dalam hati musuh-musuh Islam. Inilah penting dan mulianya  hati bagi manusia.

2. Hati adalah sandaran taklif diniyah
Hati adalah sandaran taklif diniyah (pembebanan tugas-tugs keagamaan). Islam, iman. ihsan, dan segala be ntuk ibadah batiniyah yang mengiringinya.
3. Hati memiliki daya tarik yang dominan
Teriakan hati adakalanya menyelamatkan dan adakalanya membinasakan  manusia. Kadang dalam hati  seseorang terdapat tarikan yang mulia sehingga ia selamat, dan kadang terdapat tarikan yang merusak sehingga ia celaka.

4. Hati adalah kunci kebaikan
Hati yang baik adalah cikal bakal kebaikan suatu masyarakat. Sebab kebaikan masyarakat ditentukan oleh kebaikan individu, kebaikan individu ditentukan oleh kebaikan hatinya.

Hal-Hal yang Memperbaiki Kualitas Hati

a. Berdzikir kepada Allah
b. Mengingat kematian
c. Ziarah kubur
d. Mengunjungi orang-orang sholih
e. Mengasihi orang miskin dan menyayangi anak yatim

Hal-Hal yang Dapat Merusak Hati

a. Dosa dan maksiat
b. Melupakan Allah dan sibuk dengan selain-Nya
c. Bergaul dengan orang bermoral buruk
d. Berlebihan makan dan minum
e. Banyak tertawa
f. Banyak tidur

Sardana

Sumber: 
Buku "Syarah Lengkap 40 Arba'in Ruhiyah"
Fakhruddin Nursyam, Lc.









Selasa, 16 Desember 2014

21 Hukum Kepemimpinan Yang Tak Terbantahkan (bagian 5/terakhir)

Pada bagian sebelumnya (bagian 4), telah disampaikan 16 hukum kepemimpinan yang tak terbantahkan. Pada bagian terakhir ini disajikan lima hukum lainnya.
Selamat menyimak...


Ketujuh belas: Hukum Prioritas (The Law of Priorities)

Pemimpin memahami bahwa aktivitas belum tentu prestasi penting. Pemimpin tidak pernah melanjutkan suatu langkah yang lebih jauh tanpa prioritas. Dalam penentuan prioritas menggunakan Prinsip Pareto : Jika Anda memusatkan upaya pada 20 persen dari aktivitas terpenting, akan menghasilkan 80 persen dari upaya tersebut.

Juga dengan menggunakan kekuatan Tiga R: Requirement (kebutuhan), Return (hasil), Reward (balasan) dalam penentuan prioritas:

Pertama, apa kebutuhan pemimpin? Jawabnya: Apa yang harus pemimpin lakukan bahwa tanpa orang lain yang dapat atau harus melakukan untuk dirinya.

Kedua, apa yang memberikan keuntungan terbesar? Pemimpin harus menghabiskan sebagian besar waktu kerja dalam bidang yang berkekuatan terbesar. Jika orang lain bisa melakukan tugas 80 persen dari yang seperti pemimpin lakukan, maka dpat dilakukan pendelegasian.

Ketiga, apa memberikan balasan terbesar? Hal ini berkaitan dengan kepuasan pribadi. Luangkan waktu untuk hal-hal yang dicintai, karena akan memberikan energi dan gairah.

 

Kedelapan belas: Hukum Pengorbanan (The Law of Sacrifice)

Pemimpin harus berkorban untuk peningkatan. Ada kesalahan pemahaman di antara orang-orang yang bukan pemimpin. Mereka beranggapan bahwa  kepemimpinan adalah posisi, tunjangan, dan kekuasaan. Namun faktanya kepemimpinan membutuhkan pengorbanan.

Empat aturan untuk menjaga pemahaman tersebut:

Pertama, tidak ada kesuskesesan tanpa ada pengorbanan. Banyak para pekerja mendedikasikan waktunya selama empat tahun atau lebih untuk menghadiri kuliah sehingga mereka akan memiliki alat yang mereka butuhkan untuk karir mereka. Atlet mengorbankan waktu berjam-jam untuk latihan agar tampil di tingkat tinggi. Hidup adalah serangkaian pengorbanan.

Kedua, para pemimpin sering diminta untuk memberikan lebih dari yang lain. Inti dari kepemimpinan adalah menempatkan orang lain di depan sendiri. Dia melakukan apapun yang terbaik untuk tim. Semakin banyak tanggung jawab yang pemimpin terima, semakin sedikit pilihan yang dimilikinya.

Ketiga, pemimpin harus berkorban untuk tetap meningkat. Pemimpin seringkali mengalami kesulitan ketika mereka menganggap bahwa saatnya untuk berhenti berkorban. Tapi pengorbanan merupakan proses yang berkelanjutan. Ini bukan peristiwa satu kali transaksi.

Keempat, semakin tinggi jenjang kepemimpinan semakin besar pengorbanannnya. Semakin jauh berjalan, semakin besar biayanya.
 

Kesembilan belas: Hukum Waktu Yang Tepat (The Law of Timing)

“Saat/kapan” untuk memimpin adalah sama pentingnya dengan apa yang harus dikerjakan dan ke mana akan pergi. Waktu sering kali menjadi pembeda antara kesuksesan dan kegagalan. Ketika seorang pemimpin membuat tindakan, ada empat kemungkinan hasil:
Kemungkinan pertama: tindakan yang salah pada “waktu” yang salah menyebabkan bencana.
Kemungkinan kedua: tindakan yang tepat pada “waktu” yang salah yang menimbulkan resistensi.
Kemungkinan ketiga: tindakan yang salah pada “waktu” yang tepat adalah sebuah kesalahan
Kemungkinan keempat: tindakan yang tepat pada “waktu” yang tepat menghasilkan kesuksesan.

 
Kedua puluh: Hukum Pertumbuhan Eksplosif (The Law of Explosive Growth)

Pemimpin adalah kesabaran alami. Mereka ingin bergerak cepat. Mereka ingin melihat visi mereka terpenuhi. Mereka senang dalam proses. Para pemimpin yang baik cepat menilai arah suatu organisasi, proyek mana harus dijalankan, dan ide-ide yang kuat tentang untuk sampai ke sana. Bagaimana untuk menyelaraskan antara organisasi dan keinginan seorang pemimpin perlu menemukan hukum pertumbuhan yang eksplosif:

-          Jika membangun diri sendiri,  dapat mengalami kesuksesan pribadi
-          Jika membangun tim, organisasi dapat mengalami pertumbuhan
-          Jika membangun kepemimpinan, organisasi akan mencapai pertumbuhan yang eksplosif

Pemimpin yang handal memerlukan waktu, energy, dan sumber daya. Ada tiga alasan untuk hal ini:

Pertama, pemimpin keras untuk menemukan. Pemimpin seperti elang bukan kawanan.
Kedua, pemimpin keras untuk mengumpulkan. Mereka adalah wirausahawan dan melangkah dengan caranya sendiri. Apa yang dilakukan harus lebih menarik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Ketiga, pemimpin keras untuk menjaga. Hanya kesinambungan untuk tumbuh dan berada di depan di antara mereka yang dapat menambah nilai pertumbuhan dan menjaga kepentingannya.

Kedua puluh satu: Hukum Warisan (The Law of Legacy)

Kelanggengan seorang pemimpin diukur dengan suksesinya. Jika ingin membuat kenangan bagi generasi mendatang, maka mulailah berfikir tentang warisan.
Pertama, ketahui warisan yang hendak ditinggalkan. Suatu hari orang akan meringkas kehidupan kita dengan satu kalimat. Tulislah itu sekarang
Kedua, hidupkan warisan yang hendak ditinggalkan. Menjadi apa yang diinginkan untuk dilihat orang lain dan apa yang orang lain lihat dalam diri kita.
Ketiga, pilih orang yang akan meneruskan warisan kita. Warisan kita hanya dapat diteruskan oleh seseorang bukan oleh sebuah bangunan atau sebuah organisasi.
Keempat, pastikan Anda memuluskan tongkat kepemimpinan. Berinvestasi bagi pemimpin adalah yang dapat membawa warisan ke depan dan kemudian memberi kekuatan kepada penerus untuk melakukannya

 
Sardana

untuk blog kang dana

Senin, 15 Desember 2014

Sinopsis Buku : Kenali Hak dan Kewajiban Perpajakan Anda

Judul Buku:
Kenali Hak dan Kewajiban Perpajakan Anda
Penulis:
Sardana
Penerbit:
Alfabeta, Bandung
Buku ini adalah buah tulis tangan saya yang pertama, mengupas tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan tata Cara Perpajakan (KUP). Namun meskipun buku ini dimaksudkan untuk memahami Undang-Undang KUP, tetapi dalam penyajiannya langsung dikaitkan dengan berbagai peraturan-perturan di bawah Undang-Undang KUP, antara lain Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Keuangan, dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak. Dengan demikian, pembaca dapat secara langsung memahami tentang implementasi Undang-Undang KUP dalam kegiatan perpajakan sehari-hari. Bukan sekedar pengetahuan normatif, tetapi pengetahuan praktis yang dapat memandu para Wajib Pajak atau calon Wajib Pajak untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya, serta faham tentang kewenangan aparat pajaknya.

           Banyak orang menganggap rumit untuk memahami Undang-Undang KUP. Hal ini disebabkan terutama oleh adanya beberapa kali perubahan dan jumlah peraturan pelaksanan di bawah undang-undang yang sangat banyak.  Untuk memahami Undang-Undang KUP, tidak cukup dengan membaca pasal demi pasal yang ada didalamnya, tetapi juga harus dikaitkan dengan aturan pelaksanaan di bawah undang-undang. Belajar pajak memerlukan pemahaman secara garis besar sebelum mempelajari detil-detil perpajakan.
Buku ini bermaksud memberikan panduan praktis dan mudah untuk memahami secara komprehensif tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.  Dengan demikian semua orang dengan berbagai latar belakangnya mampu mengenali hak dan kewajiban perpajakan secara cepat, mudah, lengkap, dan up to date karena  telah mengacu pada peraturan perpajakan yang terbaru.
Dalam buku ini diuraikan masing-masing bagian dari hak dan kewajiban Wajib Pajak maupun kewenangan Petugas Pajak, antara lain:
-       Kewajiban Wajib Pajak meliputi: NPWP dan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan (SPT), pembayaran pajak, pembukuan atau pencatatan.
-       Hak Wajib Pajak meliputi: upaya hukum atas sengketa pajak, kelebihan pembayaran pajak, dan imbalan bunga.
-       Kewenangan Petugas Pajak meliputi: pemeriksaan pajak, penyidikan tindak pidana pajak, penetapan dan ketetapan pajak, serta penagihan pajak.
Untuk memudahkan pembaca, buku ini diberikan ilustrasi dengan beberapa contoh kasus dan penyelesainnya. Juga dilampiri dengan berbagai formulir dan contoh surat permohonan yang biasa digunakan oleh Wajib Pajak seperti surat permohonan pembetulan, keberatan dan lain-lain.
Buku ini perlu dimiliki dan dibaca oleh: (1) mahasiswa dan dosen di bidang ilmu ekonomi, sosial dan politik; (2) praktisi bidang keuangan, akuntansi, dan perpajakan; (3) peserta pelatihan brevet pajak; (4) aparat pemerintah di pusat dan daerah, terutama yang menangani urusan perpajakan; (5) karyawan swasta yang mengurusi pajak; (6) siswa dan guru SMK jurusan ekonomi dan bisnis; (7) perorangan dan keluarga; (8) perpustakaan kampus, sekolah, dan lain-lainnya.
Semoga buku ini menambah khazanah pengetahuan di bidang perpajakan dan bermanfaat bagi setiap pembacanya. Amin...
Salam hangat dari penulis.

Sardana




Sarapan Nasi Goreng Pete ala Kang Dana


Seperti biasa suasana sholat subuh di Masjid Jabar Khoirat KPP Pratama Purwakarta hanya dilakukan beberapa jama’ah saja. Maklum di masjid yang berada di lingkungan kantor ini cukup jauh dari lingkungan masyarakat sekitar, sehingga dalam keseharian masjid ini hanya dimanfaatkan oleh para pegawai dan tamu KPP.  Saat malam hari tiba , jama’ahnya semakin sedikit, hanya mereka yang tinggal di lingkungan rumah dinas saja. Mereka yang biasa berjam’ah di waktu sholat maghrib, saya pak Haji Munawar, pak Miko, Nandang, kadang-kadang Riki ama Rudi kalau mereka tidak pulang ke Bandung.

Seusai sholat subuh, saya menyibukan diri dengan membersihkan kendaraan yang kotor bekas hujan. Sedangkan Nandang sudah mulai berlari pagi keliling kantor. Rampung bersihin mobil, saya pun berolah raga pagi dengan berlari keliling kantor. Hampir setiap pagi selama tinggal di Purwakarta selalu diisi dengan kegiatan olah raga baik berlari, bersepeda, atau sekedar jalan-jalan keliling kantor.

Ada hal menggoda saat berlari dalam setiap putaran mengelilingi kantor. Sekedar tahu aja, di sekililing kantor dan rumah dinas terdapat berbagai macam pepohonan hijau baik yang berbuah atau tidak berbuah, mangga, rambutan, jeruk bali, jambu, pete, dan lainnya. Godaan selalu muncul ketika melewati pohon mangga samping masjid yang buahnya bergentungan seolah bagaikan   tangan memanggil. Godaan lainnya juga muncul saat melewati pohon pete di dekat lapang futsal depan rumah pak Saut. Semakin banyak putaran larinya, semakin kuat hasrat untuk mengambil buah mangga dan pete. Pikirku, pokoknya pagi ini mau sarapan nasi goreng pete hasil masakan sendiri.

Singkat cerita, setelah 30 menit berlalu lari kelilingi kantor, langsung cari bambu/gala yang biasa pak Haji Munawar gunakan untuk mengambil buah. Srek, srek, srek, satu rangkai berisi 4 pete didapat dari pohon pete. Terus berpindah ke pohon mangga mencari buah yang lumayan besar, agar seimbang ama pete maka kuambil 4 buah mangga pula.

Jurus selanjutnya langsung pulang ke rumah untuk mempersiapkan sarapan pagi berupa nasi goreng pete buatan sendiri. Sepiring nasi diambil dari magic jar, menyiapkan telor ayam dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan.

Nah berikut langkah-langkah untuk memasak nasi goreng pete:

pertama, kuliti pete dari tangkainya dan potong menjadi beberapa bagian;

kedua siapkan bumbu-bumbunya antara lain: rempah-rempah, garam, gula, bawang putih, bawang merah, nabati, cabai merah, lemak ayam, ekstrak daging ayam, tepung kecap, protein kedelai, pewarna karamel, penguat rasa dan lain-lain. Namun demi kepraktisan bumbu-bumbu itu sudah dikemas dalam satu sachet bumbu nasi goreng instan yang telah dibeli di mini market (cie-cie...kalau bikin bumbu sendiri mah..saya belum bisa bro, he he eh);

ketiga, nyalakan kompor dan taruh penggorengan di atasnya, tapi nyala apinya secukupnya aja ya;

keempat, tuangkan minyak goreng secukupnya (kalau saya pake mentega juga) terus goreng telur ayam, nasi putih, pete dan jangan lupa bumbunya, lantas aduk-aduk sampe merata. Untuk menambah rasa tambahkan secukupnya kecap manis.
Sreng, sreng, sreng, nasi goreng pete sudah siap dihidangkan. Haaaah, haaaah haaah, menikmati nasi goreng pete masakan sendiri saat panas... rasanya uuuuuuuh, maknyuuuus. Lama-lama terpikir juga, rasanya kok enak beli ama tukang nasi goreng di depan terminal Ciganea ya.
He he he... emang betul segala sesuatu yang dikerjakan oleh bukan ahlinya... silahkan rasakan sendiri hasilnya.
Sardana


.

Jumat, 28 November 2014

Balon

Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh peserta sekitar 100 orang peserta. Tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Kepada mereka masing-masing diminta untuk menulis namanya di balon-balon tersebut dengan menggunakan spidol.

Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukan ke ruangan lain. Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka selama 5 menit. Semua peserta panik mencari nama meraka, bertabrakan satu sam lain, mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadi kekacauan.

Waktu 5 menit telah usai, tidak ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri. Lalu di waktu berikutnya sang motivator meminta kepada peserta untuk secara sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam  beberapa menit semua orang punya balon dengan nama mereka sendiri.

Akhirnya sang motivator berkata: "Kejaian yang baru terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehar-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri, mirip dengan mencari balon mereka sendiri, dan banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain, mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya"

Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain. Beri kebahagian kepada orang lain, maka akan mendapatkan kebagiaan diri sendiri.

Sebuah pesan dari Nabi saw: "Barangsiapa yang membantu seorang mu'min terlepas dari kesusahan di dunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat"

@vila Qur'an Fathur Mubin

sumber : BBM grup
 
Sardana

Senin, 24 November 2014

Manajemen Cinta


Cinta, Cinta, dan Cinta…
5 huruf yang mampu menghapuskan kesedihan
1 kata yang mampu membangkitkan semangat hidup
Cinta, Cinta, dan Cinta…
Tak ada habisnya jika kita berbicara cinta, apalagi bagi engkau yang masih muda
Seakan cinta menjadi magnet yang kuat dalam hidup ini…

Cinta adalah anugerah sekaligis musibah. Ia akan menjadi kenikmatan bila muncul karena Allah dan berlangsung di jalan Allah (Al-Hubb Fillah Wa Lillah). Cinta seperti ini tidak mengenal batas ruang dan waktu, bahkan melampui batas fisik dan materi. Orang bijak berkata, cinta yang fitrah adalah buah yang tak mengenal musim dan dapat dipetik oleh siapapun. Karenanya, cinta yang semacam ini tak jadi masalah kepada siapa dan seberapa besar ditunjukan asalkan didasari karena Allah dan Di JalanNya.
Perasaan cinta dalam jiwa manusia memang sebuah misteri, sebagaimana fenomena ruh. Nabi saw. bersabda : ''Ruh itu laksana pasukan yang dikerahkan, seberapa jauh mereka saling mengenal maka sejauh itu pula mereka saling menyatu, dan seberapa jauh mereka tidak saling mengenal, sejauh pula mereka akan saling berselisih. "(HR. Bukhari, Muslim Dan Abu Dawud). karena itulah, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadist Muslim, disebutkan bahwa menyatunya jiwa sesama mukmin dalam cinta menjadi lebih kuat dan tetap hidup seperti satu tubuh.
Begitu kuatnya pengaruh cinta, kadang dapat menghilangkan kontrol emosidan rasio manusia sehingga ia tak lagi mampu bersifat objektif. Cinta bahkan dapat juga membuat orang mabuk asmara dan terjebak cinta buta sebagaimana diungkapkan penyair Qais : "Kau gila karena rang yang kau cinta. Memang cinta buta itu lebih parah dari gila. Orang tidak bisa sadar karena cinta buta, sedangkan orang gila bisa terkapar tak berdaya". Yang paling parah, cinta dapat membuat seseorang melupakan prioritas cinta atau menduakan cinta kepada Allah yang dapat berakibat syirik.


Mengendalikan Cinta :


Cinta memang persoalan qalbu. Dan qalbu, seperti namanya, bersifat labil (yataqallabu), sehingga perlu upaya maksimal untuk mengendalikannya secara adil. Nabi saw pun memaklumi fenomena batin ini sebagaimana pernyataannya suatu kali: "Ya Allah, inilah usahaku sebatas kuasaku, maka janganlah Engkau cela diriku tentang apa yang Engkau kuasai dan aku tidak kuasa (hati)." (HR.Abu Dawud)
Melalui manajemen dan pengendalian, cinta sesungguhnya dapat menjadi motivasi kontrol dalam kebaikan. Inilah esensi pesan Alhubb wal Bughdhu fillah, Cinta dan benci karena Allah.r Bahkan, kemarahan merupakan kelaziman cinta yang selayaknya diekspresikan secara bijaksana tampa keluar syariat. Kemarahan Nabi saw, contohnya, senantiasa diungkapkan dalam ekspresi perubahan mimik muka, diam, atau isyarat. lainya yang diiringi penjelasan dan dialog dari hati kehati. Karenanya Beliau tidak menyukai lelaki yang suka memukul wanita bila marah apalagi sampai menampar wajah. Sebaliknya, Beliau juga tidak menyukai wanita yang meninggalkan dan menghianati suaminya bila sedang marah.
Manajemen cinta akan menumbuhkan sikap adil yang membawa hidup sehat dan seimbang. Ibnul Qayyim mengatakan 'Cinta bagi ruh sama dengan makanan bagi tubuh. Jika Engkau meninggalkanya akan membahayakan dirimu, tetapi jika terlalu banyak serta tidak seimbang akan membinasakanmu.

Menuju Cinta Sejati :

Proses menuju cinta suci yang diberkati Allah tidaklah mudah. Diperlukan upaya manajemen diri, termasuk pengendalian ego, menumbuhkan empati serta solidaritas sebagai persyaratan iman. Sabda Nabi saw: "Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sampai ia mencintai saudaranya (seiman) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri " Bahkan, cinta sesama mukmin merupakan syariat masuk syurga "Tidaklah kalian akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. "(HR. Muslim).
Cinta yang dikehendaki islam ini adalah cinta sejati nan arif bukan cinta buta yang bodoh. Manajemen cinta mengajarkan agar perasaan cinta tidak menghalangi kita melakukan hal yang semestinya kita kerjakan. Sehingga, kita tidak akan melakukan hal yang bertentangan ddengan kemaslahatan atau memancing kemarahan Allah. Karena sikap demikian merupakan cinta buta yang bodoh. Sebagai contoh, seorang ibu yang begitu memanjakan anaknya karena cintanya yang mendalam sampai melupakan pendidikan dan pengajaran, justru dapat membuat anak menjadi durhaka.
Adapun cinta yang arif sejati adalah sebagaimana cinta Allah kepada-Nya dan cinta Rosullulah kepada umatnya. Yang diinginkan Allah bagi hambaNya hanyalah kebaikan, kesempurnaan dan kemuliaan dan membenci segala kemungkaran dan kejahatan (Qs. Fathir:35,Al-Kahfi:18). Seorang muslim hanya mengenal cinta suci mulia yang penuh kearifan dan kesadaran, yang melahirkan cinta kepada Allah dan Rosul-Nya. Dan meletakkan cinta tersebut di atas segala-galanya sebagai sebagai tolok ukur. Suatu ketika, seorang arab badui menghadap Nabi saw dan menanyakan perihal datangnya kiamat, lalu beliau balik bertanya: "Cinta kepada Allah dan Rosul-Nya" Beliau menyahut: "Engkau bersama siapa yang engkau cintai", (Qs.Az-Zukhruf:43,Al-Furqan:25)
Manajemen cinta mendidik sikap selektif dalam melabuhkan cinta. Nabi berpesan: "Seseorang akan mengikuti poa hidup orang dekatnya maka hendaklah kalian mencermati siapa yang ia pergauli. "(HR. Ahmad, At-Turmudzzi dan Baihaqi). Sabdanya pula: "Janganlah engkau berakraban kecuali kepada seorang mukmin dan janganlah engkau menyantap makanamu kecuali orang yang takwa." ("(HR. Ahmad, At-Turmudzzi dan Abu Dawud).

Merawat Cinta :



Apabila pilihan cinta sudah tepat, diperlukan pemeliharaan. Karena cinta adalah buah iman yang mengalami dinamika seiring dengan baik buruk perlakuan dan sikap hidup. Ibarat tanaman, cinta memerlukan siraman, pemupukan dan perawatan kontinyu. cinta dapat redup ataupun mati bila tidak dipelihara. seseorang sering mengalami problem cinta dengan pasangan hidupnya, dari merasa tidak dicintai atau merasa sudah memberikan segalanya namun tidak ada timbal balik yang pantas dan sebaganya.
John Gray, Ph.D dalam "Men, Women and Relationships" Menyarankan pasangan untuk berfikir berlawanan dengan apa yang paling ia inginkan, agar pasangannya merasa dicintai. Artinya, harus berani menge-nyampingkan keinginan serta ego diri sendiri, tentunya dalam islam tampa melanggar kaidah syariat.
Skala prioritas cinta semestinya diimplementasikan agar cinta tidak bertabrakan dan merusak hubungan, karena dalam hidup banyak hal yang memang secara fitrah kita cintai (Qs.Ali Imran:14). Hal ini dapat berjalan baik apabila ada saling pengertian dan sikap bijaksana, sehingga tidak terjadi sikap salah paham dan aksi kecemburuan yang tidak pada tempatnya. Model prioritas cinta yang pertama adalah cinta Allah dan Rosul-Nya, Al Islam, Akidah, syariat dan jihat fi sabillilah di atas segalanya. Kemudian, cinta kepada orang tua bagi anak lelaki dan bagi wanita yang belum menikah. Bagi wanita yang sudah menikah, prioritas cinta kepada suami lebih dahulu baru orang tua. Lalu kepada istri dan anak bagi lelaki dan seterusnya...
 
 
Indahnya cinta kawan,
Kau rugi jika tidak merasakan cinta,
Kau sesal jika tidak mendapatkan cinta,
Kau salah jika tidak mengekspresikan cinta
Kau akan segera bersedih hati jika tidak mengamalkan cinta
Cinta.. cinta yang sesuai hak dan prioritasnya Cinta.. cinta yang hakiki
Sardana

Sumber :
 
 

 

Jumat, 14 November 2014

Senamnya Heboh Euy




Suasana tumpah ruah karena hampir seluruh pegawai KPP Pratama Purwakarta mengantri di depan tukang bubur Ciganea, tentu saja akang tukang bubur semakin sibuk meracik dan menyediakan bubur-bubur itu.

Jum’at pagi ini ada suasana yang berbeda dari biasanya. Dari jam 07.00 telah banyak pegawai yang telah tiba di kantor dan bersiap untuk melakukan senam bersama. Meskipun hanya 30 menit ikutin gerakan senam dari instruktur, telah cukup untuk membuat tubuh pegawai berkeringat. Termasuk saya tentunya, walau sebenarnya jam 5-an usai sholat subuh saya telah bersepeda keliling bukit Ciganea. Maka senam bersama ini menyempurnakan rangkaian olah raga pagi saya untuk menambah semangat aktivitas berikutnya, utamanya ya.. sarapan bubur Ciganea itu. Bubur paling favorit yang biasa mangkal di dekat gerbang tol Ciganea Jatiluhur itu sengaja diboyong ke kantor untuk memanjakan perut para pegawai.

Seusai santap bubur akan dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan sekitar kantor. Namun karena masih banyak yang menikmati lezatnya bubur Ciganea, maka salah satu MC andalan kantor Alfih Rinaldy membawa acara sela tersebut. Entah kenapa tiba-tiba MC menyebut peserta senam terheboh (mungkin maksudnya yang paling semangat) yaitu bu Lilis Sukmawati dan saya, komentar saya atas predikat peserta senam terheboh itu “Kan saya berdirinya belakang bu Lilis, jadi kebawa semangat juga tuh”. Dan memang setelah dicek dari beberapa informasi, saya jadi trending topic di kalangan pesenam barisan belakang.

Pembahasan senam tidak perlu diperpanjang lagi lah ya. Hanya ini membenarkan akan pengaruh teman terhadap kehidupan seseorang. Adakalanya seseorang suatu waktu perilakunya begitu sangat menyenangkan. Ibadahnya rajin, belajarnya ulet, pekerja keras. Namun setelah waktu berlalu dan bertemu di tempat yang berbeda justru sosok pribadi yang menyenangkan itu seolah sirna entah kemana. Setiap malam dugem, meminum beralkohol menjadi hobinya, semangat kerja juga menurun drastis. Begitu disigi alias dinvestigasi penyebabnya adalah pengaruh kawan-kawannya yang memang senang di tempat begitu-an, akhirnya dia pun terbawa arus yang menyeretnya dari kebiasaan baik kepada perbuatan yang buruk. Sungguh inti pesan Nabi harus senantiasa diingat bahwa “agama seseorang itu tergantung pada agama sahabatnya” ataupun ”barang siapa yang bergaul dengan penjual parfum setidaknya akan mendapatkan wangi, dan barangsiapa bersahabat dengan tukang pandai besi paling tidak memperoleh bau tak sedap dari pembakaran pandai besi itu”.

Sahabat yang harus dicari adalah sahabat yang dapat menyemangati dan bekerja sama untuk melakukan kebaikan. Apalagi mencari sahabat dalam mengarungi bahtera kehidupan, syarat pribadi unggul mutlak diperlukan. Namun, yang paling utama tentunya adalah kita harus memiliki sikap konsisten dalam kebaikan. Kalaupun di suatu tempat sedikit atau tidak ada yang berbuat kebaikan, biarlah kita yang tetap melakukan bahkan mengajarkan kebaikan itu. Menjaga passion-semangat akan membawa pula orang lain untuk bersemangat. Prinsipnya gabung ama orang-orang yang bersemangat dan terus bersemangat.
Balik lagi ke kegiatan Jum’at ini, sesuai senam seluruh pegawai bersama-sama menanam pohon di sekitar kantor. 14 pohon berbagai jenis tanaman telah disediakan. Dimulai oleh ibu Dessy Eka Puri (kepala KPP), kemudian dilanjutkan oleh para kepala seksi. Tak membuthkan waktu lama seluruh lubang yang memang telah disediakan sebelumnya, kini sudah terisi oleh tanaman. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini lingkungan kantor menjadi semakin hijau, serta harapan target penerimaan pajak kantor pun berwarna hijau (simbol keberhasilan pencapain target penerimaan).

Sardana

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...