Kamis, 28 April 2016

Keseimbangan Hidup: Sendok, Garpu, dan Korek Api


Ada suasana morning briefing pagi ini yang berbeda dari biasanya. Setahun lebih, KPP Pratama Purwakarta telah membudayakan morning briefing yang dimaksudkan untuk penyemangat dan pengingat bagi para seluruh pegawai agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan penuh integriras, profesional, dan besinergi dengan seluruh bagian.

Adalah pak Kurnia Wahjudi Adnan yang mendapat giliran sebagai pengisi morning briefing membawa sejumlah properti diantaranya: mug, sendok, garpu, dan korek api. Saya tak begitu hiraukan juga atas apa yang dia siapkan. Berprasangka pun tidak ada. Karena memang saya bukan sosok yang mudah berprasangka apalagi menuduh, he he he.

Kembali ke laptop, pembicara menguraikan tentang pentingnya keseimbangan hidup. Dalam diri setiap orang senantiasa berkecamuk berbagai kepentingan baik dunia dan akhirat. Maka untuk itu dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara keinginan dunia dan akhirat. Salah satu unsur penting sebagai penyeimbang hidup adalah ilmu. Dengan ilmu itulah manusia dapat mengendalikan diri dalam kehidupannya tanpa condong ke salah satu hasrat. Ilmu itulah yang akan menyeimbangkan tujuan dunia dan akhirat dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.

Dari uraian itu, barulah disadari akan maksud dari properti-properti tersebut. Mug diibaratkan adalah hidup atau kehidupan, sendok dilambangkan keinginan duniawi, garpu disimbolkan sebagai keinginan akhirat, sedangkan korek api digambarkan sebagai ilmu. Pembicara mengutarakan bahwa hidup yang seimbang adalah mereka yang mampu menyatukan dua tujuan (dunia dan akhirat) atas kehidupannya dengan ilmu. Lantas bagaimana dengan simbolisasi atas benda-benda tersebut?

Pembicara menantang seluruh pegawai yang hadir di morning briefing tersebut apabila mampu menyatukan sendok dan garpu dengan bantuan korek api dapat melayang di atas mug dengan seimbangan dan tidak jatuh tentunya. Semua peserta ditantang tanpa kecuali (termasuk kepala kantor lho.... , seru dah). Dan hadiah bagi yang mampu melakukannya tidak tanggung-tanggung bro, hadiah jam tangan milik pembicara, keren kan hadiahnya?. Dugaan saya, pasti jam tangan itu udah lunas, he he he. Namun tak satu pun peserta memberanikan diri untuk mencoba tantangan tersebut. Tak paham mengapa gak berani mencoba, apakah karena peserta sudah pada punya jam tangan ataukah karena memang belum tahu. Kalau saya emang belum tahu caranya.

Menyaksikan para hadirin tidak ada yang berani mencoba, tampak senyum bahagia terpancar pada diri pak Kurnia, itu pertanda jam tangan masih miliknya. Maka dia pun langsung performing memperagakan bagaimana membuat keseimbangan garpu, sendok, dan korek api supaya tidak jatuh di atas mug, sebagai berikut:

1.  Susun garpu dan sendok seperti di bawah ini

 


2.  Selipkan batang korek api di tengahnya





3. Seimbangkan semuanya di atas mug atau gelas, cari titik keseimbanganya  agar bisa diam di tempat.





Penasaran?
Silahkan mencoba, tapi mohon maaf ya... jam tangannya beli sendiri aja. 

Pak Kurnia Wahjudi Adnan memang luar biasa, bukan hanya memiliki suara adzan yang bagus, tetapi juga mampu membuat suasana pagi ini menjadi berbeda. Terima kasih atas percerahannya, ditunggu perform berikutnya. 
Penasaran euy. Bade perform naon deui nya?.



1 komentar:

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...