Senin, 24 Oktober 2016

Tembok Berlin Tempatnya Makanan Laut

Apa yang terlintas bila mendengar kata "Tembok Berlin"? Mungkin akan terbayang dalam fikiran kita, dia adalah sebuah kota yang memiliki sejarah panjang dakam perang dunia yang berada di negara Jerman di benua Eropa. Sangat benar bila berfikiran seperti itu. Namun ada tembok berlin lain yang tidak berada di Eropa, tapi ada di Indonesia. Emang ada?

Ternyata ada. Di kota Sorong terdapat suatu tempat yang dikenal dengan sebutan Tembok Berlin alias Tembok Dofior. Tidak tahu persis kenapa tempat itu disebut tembok berlin. Memang di sana terdapat bangunan berupa tembok setinggi lebih kurang satu setengah meter yang memanjang untuk pembatas antara jalan raya Yos Sudarso dengan tepi pantai. Jadi tembok itu berdiri bukan untuk memisahkan dua masyarakat yang berbeda haluan politiknya, tapi memang untuk membatasi deburan ombak laut ke darat.

Bila menyusuri "Tembok Berlin" dan mengarahkan pandangan ke laut terlihat berbagai kapal dengan variasi ukuran yang sedang menunggu untuk bertambat. Tak jauh dari tempat tersebut terdapat pelabuhan kota Sorong, salah satu pelabuhan besar di pulau Papua.

Saat senja hari tiba, banyak pedagang makanan tengah mempersiapkan warung tendanya untuk menyambut para pemburu kuliner. Berpuluh-puluh warung tenda berjejer sepanjang tembok berlin di pinggiran jalan Yos Sudarso telah mengubah suasana. Saat siang bahu jalan yang sangat panas tersengat matahari, begitu menjelang sore tenda-tenda biru telah menutupi bahu jalan tersebut untuk menyambut datangnya sang malam. Sebagian besar mereka menyediakan dagangan kuliner berupa makanan laut. Berbagai ikan, udang, cumi, kepiting telah mereka olah untuk disiap dimasak sesuai dengan pesanan para pembeli.

Kata sejumlah teman, belum sah mampir ke kota Sorong kalau belum menikmati makanan laut di Tembok Berlin. Malam ini tentu tak ingin dilepaskan begitu saja kelezatan sea food dalam suasana temaram di pinggir pantai kota Sorong dengan tiupan angin laut yang sepoi-sepoi. Di salah satu warung "Yogyakarta", telah berderet berbagai ikan yang siap dibakar. Ikan baronang menjadi pilihan menu makan malam ini, malam terakhir untuk menuntaskan suatu tugas di kota Sorong. Panasnya ikan bakar serta segelas jeruk panas cukup menghangatkan tubuh yang sedang dingin oleh rintikan air hujan yang membasahi kota Sorong.




1 komentar:

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...