Kamis, 10 November 2016

Merauke, Keunikan Kota Paling Timur Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia

Mestinya kita hafal dengan penggalan lirik lagu nasional di atas. Lagu nasional yang berjudul "Dari Sabang Sampai Merauke" ciptaan R. Soehardjo, begitu sering dilagukan semenjak sekolah dasar dulu di tahun 80-an. Lagu yang menggambarkan betapa luasnya dan kesetiaanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang terbayangkan adalah kota-kota itu begitu jauh dan tak terfikir akan bisa menyinggahinya. Kini setelah 32 tahun lulus dari bangku SD barulah menginjakkan kaki di kota paling timur Indonesia, Merauke.

Namanya karena salah paham

Merauke adalah kota dari kabupaten Merauke propinsi Papua. Konon asal muasal nama "Merauke" ini sebenarnya berawal dari sebuah salah paham yang dilakukan para pendatang pertama. Ketika para pendatang menanyakan kepada penduduk asli (suku Marind Anim dan Shohoers) apa nama perkampungan. Namun suku Marind belum begitu paham atas pertanyaan itu, namun mereka menyangka dari gerak gerik penanya yang menunjuk sungai Maro, maka mereka menjawab "Maro Ka Ehe" yang berati "ini sungai Maro". Dari kata "Maro ka ehe" itulah nama Merauke sekarang terbentuk.

Perjalanan ke kota Merauke dapat ditempuh dengan menggunakan perjalanan udara. Bertolak dari bandara Sentani Jayapura (DJJ) jam 07.30 WIT mendarat di bandara Mopah Merauke (MKQ) sekitar jam 08.50.

Sarang Rayap

Petualangan pertama setiba di kota Merauke adalah menuju tapal batas timur Indonesia dan Papua Nugini yang terletak di Distrik Sota. Jarak dari kota Merauke ke Sota sekitar 70 km-an, dengan waktu tempuh lebih kurang  satu setengah jam. Setelah meninggalkan kota Merauke, akan melintas jalan raya yang lurus di tengah taman nasional Wasur. Kanan-kiri jalan dipenuhi hutan kayu putih. Sepanjang perjalanan, banyak dijumpai gundukan tanah menyerupai batang kayu besar yang sudah lapuk. Gundukan tanah tersebut biasa disebut sarang rayap Musamus, karena terbentuk oleh sejenis rayap yang membangun untuk tempat tinggalnya.


Tugu Kembar

Kenyataannya tugu itu hanya ada satu, lantas kenapa disebut tugu kembar? Itulah keunikan dari Merauke. Info yang didapat, tugu sejenis dalam bentuk dan ukuran yang sama tersebut ada dua. Pertama tugu terletak di Sabang Propinsi Nanggro Aceh Darusallam yang merupakan nol kilometernya Indonesia dan kedua di Sota Merauke Propinsi Papua ujung timur Indonesia. Tugu kembar tersebut terletak di pertigaan distrik Sota arah perbatasan PNG, Merauke, dan Boven Digul.



Kuliner rusa

Kondisi alam Merauke agak berbeda dengan Papua pada umumnya. Katanya Merauke memiliki kemiripan dengan kondisi di Australia Utara. Binatang khas yang hidup dan banyak dijumpai di taman nasional Wasur adalah rusa atau sejenis kangguru kecil. Barangkali itulah yang membuat Merauke disebut juga kota rusa. Sebagai tempat binatang rusa, menjadikan rusa sebagai satu kekhasan kuliner kota Merauke. Sate rusa, abon, dendeng atau daging rusa bumbu kecap manis bisa dijumpai dalam daftar menu makanan di sejumlah rumah makan.


Pelabuhan di tepi sungai

Pada umumnya di kota yang memiliki bibir pantai, pelabuhan berada di pinggir pantai. Jakarta dengan Tanjung Periuk, Surabaya dengan Tanjung Perak, dan Semarang dengan Tanjung Emas. Namun di Merauke walaupun tak jauh dari pantai, pelabuhannya berlokasi di tepi sungai Maro. Sungai Maro yang terletak di pinggir kota memang memiliki lebar sungai yang besar (+/- 500 meter) sehingga leluasa untuk aktivitas kapal berlabuh.





Tugu Pepera dan LB Murdani

Propinsi Papua (dahulu Irian Jaya) bergabung menjadi bagian NKRI setelah 24 tahun Indonesia merdeka. Proses penggabungannya sendiri melalui proses pernyataan pendapat rakyat papua. Upaya untuk mempertahan Papua bagian barat ini, dikirim TNI yang dipimpin oleh LB. Murdani. Tugu Pepera (penentuan Pendapat Rakyat Irian Barat) berada di Jalan raya Mandara samping Rumah Sakit Umum daerah Merauke.






Kulit buaya

Kerajinan dari kulit buaya menjadi salah satu hasil dari kota Merauke. Berbagai produk yang dihasilkan seperti dompet, tas, sabuk, jaket, sampai tempat stik golf dijual di beberapa toko atau dapat langsung ke tempat pengrajinnya. Kulit buaya yang digunakan berasal dari buaya hasil tangkaran, jadi bukan hasil buruan.

Penasaran dengan Merauke? Silahkan berkunjung.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...