Jumat, 18 November 2016

Tembagapura Kota Di Atas Awan Gunung Emas

Kota-kota besar di Papua yang pernah disinggahi umumnya memiliki cuaca yang panas dan terik. Jayapura, Sorong, Manokwari, Merauke, dan Timika relatif memiliki kesamaan dalam hal suhu yang panah. Namun ada satu kota yang memiliki suhu dan cuaca berbeda dari kota-kota yang tadi disebutkan yaitu kota Tembagapura. Setiap hari kota ini diselimuti kabut yang menghalangi matahari dan bersuhu dingin.

Tembagapura berada di kabupaten Mimika yang dikenal sebagai kawasan pertambangan PT. Freeport Indonesia. Di kota inilah para pekerja Freeport tinggal dan bekerja.

Perjalanan menuju Tembagapura dapat ditempuh dengan dua jenis kendaraan. Apabila cuaca baik, perjalanan menuju Tembagapura dapat menggunakan chopper alias helicopter, dari Bandara Mozes Kilangin, Timika ke Tembagapura ditempuh dalam waktu 20 menit. Namun apabila cuaca buruk, maka perjalanan menggunakan bis anti peluru dengan waktu tempuh sekitar hampir 3 jam.

Tembagapura, seolah melihat sisi lain Papua. Udara dingin terasa menembus kulit, apalagi saat gerimis lebih dingin lagi. Menjadikan jaket sebagai teman setia yang rela untuk dilepas dari tubuh. Letak kota Tembagapura berada di ketinggian sekitar 1.930 mdpl dan biasa lokasi ini disebut mile 68. Disini berdiri berbagai perkantoran, perumahan, mess, serta kegiatan penunjang bagi para penghuni yang merupakan karyawan perusahaan PT. Freeport Indonesia maupun para kontraktor lainnya. Sekolah bagi anak para penghuni Tembagapura tersedia hingga jenjang SMP. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terdapat shopping centre beserta terminal busnya yang menyediakan berbagai bahan. Masjid dan gereja nampak berdiri megah untuk tempat beribadah para pegawai Freeport.

Pabrik pengolahan tambang emas berada di mile 74. Kendaraan proyek  berlalu lalang mengangkut material sisa olahan dan bahan lainnya Ada beberapa terowongan tambang sebagai gerbang menuju tempat operasi underground. Di lokasi pabrik inilah hasil tambang diolah untuk memisahkan kandungan emas dengan material lainnta. Terdapat tempat yang menyerupai tabung raksasa yang berfungsi untuk pembersihan tahap akhir pemisahan emas dari bahan lainnya kemudian sisa tambangnya dibuang.
Puncak tertingginya ada di Grasberg Mine sekitar 4.200 mdpl. Untuk menuju ke Grasberg dapat ditempuh dengan menggunakan trem/kereta gantung dengan waktu tempuh 10 menit atau dapat menggunakan kendaraan proyek dengan waktu tempuh 30 menit.

Suhu di Tembagapura begitu dingin, semakin ke arah Grasberg semakin dingin. Di sini curah hujan sangat tinggi, tiap hari sering turun hujan dan kabut lebih banyak menyelimutinya hingga matahari lebih jarang nongol langsung menyinari. Keadaan itu terjadi di siang hari, tentu dapat dibayangkan cuaca dan suhu di malam hari. Pasti dinginnya semakin menusuk, jangan coba-coba melepas alas kaki dan menginjakkan kaki di lantai karena akan terasa dingin pisan. Rumah-rumah di sana seolah memiliki AC gratis yang selalu menghembuskan hawa dingin sampai ke seluruh penjuru ruangan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...