Rabu, 06 Agustus 2014

Menjaga Semangat Ramadhan



Ramadhan telah meninggalkan kita. Sebagaimana disunnahkan untuk menyambut kedatangannya dengan gembira, berarti dengan kepergiannya pantaslah kita untuk bersedih. Hari Raya Iedul Fitri seharusnya menjadi puncak kesyukuran karena kita telah memanfaatkan momen penting sebulan penuh meraih keutamaan demi keutamaan aktifitas ibadah Ramadhan. Tak terasa ternyata bulan penuh keutamaan itu telah berlalu, dapatkah kita masih bisa melihat bekas-bekasnya ada dalam diri kita ? Dan sudahkah pantas kita mengakhirinya dengan ungkapan syukur yang sebenar-benarnya ? Membesarkan Allah dengan seruan kalimah Takbir karena kita merasa puas setelah selama sebulan penuh bersama Ramadhan.

Dalam sebuah hadits Rasulullaah Sallallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengungkapkan bahwa jika kita mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka akan menginginkan sepanjang tahun itu adalah Ramadhan.


لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا (فِي ) رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُوْنَ السَّنَةُ كٌلَّهَا

"Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhân, niscaya semua umatku berharap agar Ramadhân itu sepanjang tahun"

Esensi Ramadhan itu adalah anugerah dari Allah kepada orang yang beriman, dan ia identik dengan pemberian bonus sebulan penuh untuk kita nikmati. Urusan di dalamnya yang dominan adalah berkaitan dengan pemanfaatan seluruh potensi yang dimiliki manusia yang dikerahkan untuk beribadah kepada Allah. Karena pada bulan Ramadhan seluruh aktifitas kebaikan akan Allah nilai dengan balasan pahala berlipat-lipat sampai tak dapat manusia menghitungnya. Tidak hanya iming-iming pahala atas kebaikan, namun sekaligus berbagai aktifitas training Ramadhan yang dapat dilakukan diberikan tuntunannya oleh Allah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Tak perlu repot-repot mencarinya, yang diperlukan adalah kemauan untuk melakukan aktifitas yang bisa jadi hanya ada pada Ramadhan yang menjadi ciri keutamaan bulan ini.

Maka bagi yang menginginkan berlangsungnya Ramadhan sepanjang tahun, ketahuilah tidak ada keutamaan Ramadhan itu di bulan-bulan yang lainnya. Namun  bukan berarti bahwa seusainya bulan Ramdhan, maka usai pula aktifitas ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramdhan. Bukankah Ramadhan adalah bulan pendidikan dan pelatihan? Seyogyanya praktek-praktek yang dilakukan selama masa pendidikan itu diterapkan selepas kita meninggalkan masa pembelajaran tersebut. Sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik. Keinginan untuk menjadikan sepanjang tahun seperti Ramadhan adalah meneruskan beraktifitas kebaikan di sepanjang tahun dengan semangat Ramadhan.

Maka menjaga spirit Ramadhan di luar bulan Ramadhan harus dijaga jangan sampai pudar. Beberapa langkah yang dapat menjaga semangat Ramadhan agar terus tumbuh dalam diri kita diantaranya:

1.      Hadirkan kerinduan abadi cita-cita sebagai penghuni surga
2.      Hadirkan kecemasan abadi terhadap neraka
3.      Berinterkasi dengan orang-orang yang soleh
4.      Buat target dan program peningkatan ibadah
5.      Ingatlah akan kematian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...