Selasa, 17 Mei 2016

Penantian Itu Berakhir Dengan Bahagia

Bagi pegawai Direktorat Jenderal Pajak tentunya akan berkaitan dengan mutasi. Bagi sebagian pegawai terutama yang berkantor di dekat rumah tempat tinggalnya (home base), mutasi itu sangat tidak dinanti. Ya, karena mereka sudah merasa nyaman. Namun bagi sebagian yang lain, mutasi menjadi sesuatu yang sangat dinanti. Biasanya, mereka yang bekerja bukan di home base, plus apalagi sudah lama bertugas di kantor tersebut.

Salah satu pegawai yang sudah lama menanti datangnya mutasi adalah pak Abdul Rohman. Beliau adalah satu-satunya fungsional pemeriksa pajak senior di KPP Pratama Purwakarta.

Dalam rasa dan hitungan dia, katanya sudah hampir 5 tahun bertugas di KPP Pratama Purwakarta. Beliau tinggal di Kota Karawang. Jarak harian yang dilalui lebih kurang 2 X 40 km. Wow.. kalau dihitung udah berapa panjang ya selama di Purwakarta. Andaikan hari efektif kerja setahun 250 hari, maka jarak yang telah dilalui adalah sejauh 5 X 250 X 80 = 100.000 km. Sedangkan panjang keliling katulistiwa saja hanya sekitar 40.075 km. Berarti sudah setara 2,5 kali keliling bumi tuh. Keren euy, meni tebih pisan nya.

Penantian panjang itu terbalas sudah. Di SK Mutasi tersebut nama pak Abdul Rohman tercantun dengan kantor barunya di salah satu KPP Pratama di Karawang. Sudah barang tentu sangat membahagiakan bagi pak Abdul Rahman. Karena bekerja di tempat tinggalnya sekaligus kampung kelahirannya. Apalagi bila diakumulasi dengan masa kerja sebelum di Purwakarta, katanya sekitar dari 16 tahun.

Berpindahnya pak Abdul Rohman ke Karawang ini sebenarnya berpotensi akan berkurangnya anggota klub warung jengkol. Sebagaimana pada periode mutasi sebelumnya, klub warung jengkol harus melepas pak Munawar, mangga baca Di Warung Jengkol, Antara Dua Kereta, jumlah peserta pun belum bertambah.

Namun ada yang jauh lebih penting adalah rasa turut berbahagia kepada pak Abdul Rohman karena telah dimutasi ke kantor sesuai dengan yang diidamkannya. Selamat berbahagia, selamat bekerja di tempat baru, dan tentunya selamat untuk mengukir prestasi baru. Sukses buat pak Rohman.

Juga permintaan maaf yang tak terhingga, bila dalam bergaul banyak hal salah ataupun tidak berkenan, baik dakam urusan dinas atau urusan lainnya.

Kami yang turut berbahagia (dari kiri ke kanan):
Pak Marsono, Pak Yusup, Pak Miko, Bu Tia, Bu Dessy, Bu Nora, Pak Rohman, Pak Suwandi, Pak Kusno, dan saya ( Sardana)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amnesti Pajak Berakhir, Objek Baru Lahir

Hiruk pikuk pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 tel...